Angkasa Pura 2

Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak Siap Antisipasi Kapal ke Teluk Lamong

DermagaSelasa, 19 Mei 2015
IMG_20150519_082915_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak Capt.Rudiana Muchlis mengatakan, pihaknya selalu meng-up date dinamika dan pergerakan kapal khususnya di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Semua kapal yang masuk atau keluar harus dilayani dengan baik sesuai aturan keselamatan.

“Termasuk Pelabuhan Teluk Lamong yang akan segera diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi Jumat 22 Maei 2015. Untuk urusan keselamatan dan penerbitan surat izin berlayar (SIB) dibawah Syahbandar Tanjung Perak,” kata Rudiana kepada beritatrans.com di Kemenhub Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Menurutnya, setiap hari rata-rata ada 30-35 kapal yang dilayani Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak.

“Semua bisa dilayani dengan baik. SDM siap dan kini alur pelayaran Surabaya dilebarkan menjadi 1500 meter sehingga bisa dua jalur atau crossing. Sedang kedalaman alur 14 meter,” kata Rudiana lagi.

Oleh karena itu, dia menyambut positif rencana peresmian Pelabuhan Teluk Lamong nanti. “Dari sisi keselamatan tak masalah. Semua akan bisa dilayani dengan baik, termasuk jika nanti ada percepatan pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Teluk Lamong itu,” papar Rudiana.

Teknologi Canggih

Sementara, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Jarwo Surjanto bicara soal pelayanan di Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur dilayani secara modern dengan teknologi canggih semi otomatis dan ramah lingkungan, seluruhnya dilayani sistem elektronik.

“Pelayanan di Teluk Lamong serba otomatis dan elektronik, tidak ada cincai-cincai dan nggak ketemu orang. Akan tahu siapa yang tidak perform, semuanya kan elektronik kalau tidak direspons di mana macetnya,” kata Jarwo. saat ditemui di Kantor Kemenhub Jakarta.

Dengan sistem serba elektronik, Jarwo menjamin waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Teluk Lamong tidak akan terlalu lama.

Target dwelling time yang harus dicapai adalah sesuai dengan ketentuan pemerintah yaitu 4,7 hari untuk jalur internasional.
“Minimum harus memenuhi target pemerintah yaitu 4,7 hari,” tambahnya.

Pelabuhan Teluk Lamong sudah mulai beroperasi 11 November 2014. Keberadaan Teluk Lamong membantu mengurai kepadatan kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Selama ini Teluk Lamong belum ada traffic international, baru domestik. Karena di Tanjung Perak itu kalau pelayaran internasional oke, karena fasilitasnya tersedia yang jadi masalah adalah domestik,” tegas Jarwo.(helmi)