Angkasa Pura 2

Tommy: BPSDM P Siap Tingkatkan Kapasitas Sekolah Pelaut

SDMSelasa, 19 Mei 2015
IMG_20150306_154820_edit

JAKARTA (beritatrans.com) -Badan Pengembangan SDM Perhubungan siap menambah fasilitas dan kapasitas sekolah pelaut dalam negeri untuk mengejar kebutuhan pelaut profesional di Tanah Air.

“Tahun ini, Indonesia membutuhkan sekitar 14.000 pelaut. Jumlah itu sesuai data yang disampaikan DPP INSA pada kita,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH,M.Si di Kemenhub Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Saat ini, lanjutnya, BPSDM Perhubungan mempunyai beberapa sekolah pelaut seperti STIP Jakarta, PIP Semarang, PIP Makassar, BP2IP Tangerang, BP2IP Malahayati, BP3IP Jakarta, BP2IP Makassar, Poltekpel Surabaya, BP2IP Sorong serta BP2IP Minahasa Selatan.

“Sekolah pelaut tersebut masih bisa ditingkatkan kapasitasnya, terutama untuk pendidikan jangka pendek seperti pelaut yang mengambil ratting dan lainnya. Kalau untuk pendidikan singkat maksimal 3-6 bulan bisa ditingkatkan lagi,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Seperti diketahui, kebutuhan tenaga pelaut juga berjenjang dan tidak semua perwira pelaut. Tapi, kualitasnya harus sesuai international.

“Kalau untuk pendidikan ratting pelaut bisa ditingkatkan lagi. Makanya kita tempuh dengan menambah fasilitas seperti kapal latih, simulator, alat praktek termasuk dosen dan instruktur,” jelas Tommy.

Diakui, memang berat untuk mengejar kesenjangan antara kebutuhan pelaut dengan kemampuan sekolah-sekolah untuk mendidik mereka. “Yang pasti, jika diusahakan bersama dan bersinergi dengan semua pihak, bisa dilakukan,” papar Tommy.

Yang tak boleh dilupakan, menurut dia, kualitas dan daya saing pelaut-pelaut Indonesia harus makin baik dan siap bersaing. “Pelaut mutlak harus mengikuti hukum dan ketentuan international yang dikeluarkan IMO. Jika tidak, mereka terancam tak boleh naik kapal,” tandas Tommy.

Oleh karena itu, dia menambahkan, seluruh sekolah pelaut BPSDM Perhubungan harus menambah kapasitasnya. Tapi, kualitas juga tak boleh dilupakan. “Keduanya harus seiring sejalan dan para lulusan sekolah pelaut harus siap bersaing di pasar global,” tegas Tommy.(helmi)

loading...