Angkasa Pura 2

Kesempatan Menjadi Taruna Transportasi

Masa Sipencatar Masih Dibuka Sampai 1 Juni 2015

Dermaga Kokpit SDMRabu, 20 Mei 2015
Pelaut diwisuda

JAKARTA (beritatrans.com) –Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan mengundang putra-putri Indonesia untuk menjadi taruna transportasi. Kini masa seleksi penerimaaan calon taruna baru (sipencatar) masih dibuka sampai 1 Juni 2015. Masih ada kesempatan untuk bergabung menjadi taruna transportasi di Tanah Air. Pendataran dibuka di 27 lokasi di Tanah Anir terutama 24 kampus sekolah transportasi BPSDM Perhubungan dari Banda Aceh sampai Papua.

“Manfaatkan kesempatan untuk menjadi taruna transportasi untuk menjadi pilot, nakhoda atau manager professional di bidang transportasi darat. Indonesia dan dunia membutuhkan banyak pilot dan perwira pelaut dalam jumlah besar,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH,M.Si kepada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (19/5/2015) petang.

Data terbaru dari DPP INSA, menurut Tommy, sapaan akrab dia, Indonesia membutuhkan 14.000 pelaut berbagai jenjang dan ratting. Kondisi yang hampir sama dilaporkan INACA. Indonesia membutuhkan ribuan pilot dan teknisi penerbangan baru untuk mengawaki pesawat terbang yang terus berdatangan.

“Sejalan perkembangan dunia pelayaran serta dinamika perdagangan dunia yang mengandalkan angkutan laut, memicu pertumbuhan jumlah kapal niaga yang makin besar. Konsekuensinya, Indonesia membutuhkan banyak tenaga pelaut professional,” jelas Tommy.

Sejak diberlakukannya Azas Cabotage, jumlah kapal berbendera Indonesia terus bertambah. Data Kementerian Perhubungan 31 Desember 2014, jumlah kapal berbendera Indonesia mencapai 14.150 unit. “Semua itu membutuhkan pelaut-pelaut andal dan professional. Oleh karena itu, BPSDM Perhubungan melalui sekolah-sekolah pelaut membuka kesempatan menjadi taruna transportasi dalam jumlah besar,” papar Tommy.

Pilot Perempuan

Sementara, jumlah armada pesawat terbang di Indonesia juga naik drastis. Saat ini, sekitar 450 unit pesawat terbang dioperasikan di Indonesia dari berbagai jenis dan ukuran. “Jumlah itu akan terus bertambah, karena beberapa maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air dan lainnya terus mendatangkan pesawat baru ke Tanah Air,” terang Tommy.

Konsekuensi dari semua itu, baik dinamika indistri pelayaran atau penerbangan di dalam negeri, tambah Tommy, Indonesia membutuhkan banyak perwira transportasi baik calon pilot, pelaut atau manager transportasi darat yang andal dalam jumlah besar.

“Peluang kerja di sektor transportasi terbuka luas di Indonesia. Gaji dan kesejahteraan perwira transportasi sangat menjanjikan. Untuk pilot fresh graduate gajinya rata-rata Rp20 juta per bulan. Angka sama juga diterima untuk perwira pelaut bahkan untuk seorang nakhoda professional di kapal-kapal Timur Tengah gajinya mencapai Rp150 juta per bulan. Mereka juga masih menerima berbagai fasilitas seperti bonus, asuransi dan lainnya,” tegas Tommy.(helmi)