Angkasa Pura 2

Mudik Lebaran 2015, Moda Transportasi Laut Diprediksi Naik Tertinggi

Dermaga Kokpit KoridorJumat, 22 Mei 2015
Sejumlah penumpang kapal milik PT Pelni, KM Lambelu menempati sejumlah sudut kapal termasuk sekoci ketika mengangkut penumpang arus balik mudik  Idul Fitri 1433 H, saat menyinggahi Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku

JAKARTA (beritatrans.com) -Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, arus penumpang angkutan laut pada masa mudik Lebaran 2015 diproyeksikan naik paling tinggi, sebesar 9,5%. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan moda angkutan kereta api (KA) dan pesawat terbang.

Pemerintah memperkirakan peningkatan jumlah penumpang untuk arus mudik Lebaran tahun secara umum naik 2% atau mencapai 20 juta penumpang, meliputi moda transportasi udara, laut, darat, dan kereta api.

“Ini baru menurut estimasi kami, studi kami pertumbuhan penumpang Lebaran naik 1-2% dibanding Lebaran tahun lalu. Kira-kira totalnya 20 juta untuk 4 moda,” kata Joinan di Jakarta, kemarin.

Lebih rinici, Jonan menambahkan, untuk pertumbuhan angkutan udara tahun ini tumbuh 2,5% dibandingkan tahun lalu, angkutan laut naik 9,5%, kereta api 8,5%, dan angkutan penyeberangan 3,5%.

“Sementara untuk angkutan jalan raya akan turun sampai 5%. Tapi kita perkirakan mudik menggunakan mobil pribadi naik 8,5%, dan motor naik 7,7%,” ungkap Jonan.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai armada tambahan. Mulai dari tambahan armada bus dari tahun lalu 43.000 bus ditambah jadi 44.800 bus.

“Nambah 1.800 bus atau 4%,” katanya.

Jonan menambahkan, pihaknya juga menambah jumlah gerbong kereta api dari sebelumnya 1.543 gerbong menjadi 1.567 gerbong, tambahan armada penyeberangan menjadi 183 kapal, angkutan laut atau Pelni sebanyak 25 unit, kapal swasta dari berbagai jenis sebanyak 1.149 unit, serta kapal perintis sebanyak 86 kapal.

“Kita juga mendapat bantuan dari 3 kapal TNI. Sementara pesawat terbang ada tambahan armada jadi 450 pesawat tahun ini. Selain itu ada 3 kapal Roro bermesin 5.000 GT, itu proyek APBN dan siap beroperasi, rutenya dari Merak-Bakauheni,” tutup Jonan.(hel/awe)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari