Angkasa Pura 2

Pakar: Tol Laut Tantangan Pemerintah dan Dunia Usaha Memberdayakan Potensi Ekonomi Lokal

Dermaga FigurMinggu, 24 Mei 2015
Jonan lggg

JAKARTA (beritatrans.com) –Program tol laut yang sudah mulai diluncurkan Kementerian Perhubungan di rute Bandar Lampung ke Tanjung Perak Surabaya harus didukung dan dimanfaatkan untuk menekan biaya logistik di Tanah Air. Menjadi tantangan bagi Pemerintah dan dunia usaha nasional memberdayakan potensi ekonomi dalam negeri menjadi sumber kebangkitan ekonomi maritime nasional.

Menhub Ignasius Jonan dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Capt. Bobby R.Mamahit bersama stakeholder sudah meluncurkan KM Mutiara Bahagia III untuk mengangkut truk berikut komoditasnya menuju Surabaya Jawa Timur. Targetnya akan segera ditambah satu kapal lagi di rute tersebut, sehingga frekuensi perjalanan kapal itu makin pendek.

“Pemerintah sebagai regulator sudah memulai dengan meluncurkan pelayaran angkutan barang itu. Yang harus dijaga ke depan, bagaimana kelangsungan komoditas yang akan diangkut itu harus ada dalam jumlah yang cukup,” kata pakar hukum maritime Dr.Chandra Motik kepada beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Oleh karena itu, lanjut dia, dunia usaha dan Pemerintah Daerah (Pemda) harus proaktif membantu mengembangkan ekonomi di daerahnya sehingga selalu ada komoditas yang diangkut secara reguler.

“Hinterland pendukung trayek kapal dari Bandar Lampung ke Surabaya sangat besar dan banyak. Komoditas yang ada harus dikemas dan diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan bisa dipasarkan ke daerah lain. Dengan begitu, kelangsungan kapal di rute tersebut akan tetap terjaga,” jelas Chandra.

Hidup dan mati satu trayek pelayaran di dalam negeri khususnya, menurut Ketua Umum ILUNI itu sangat tergantung pada komoditas yang akan diangkut. Jika tak ada komoditas yang diangkut dalam jumlah yang cukup ekonomis, maka siapapun tak akan kuat.

“Pengusaha pelayaran bisa saja membuka trayek pelayaran tertentu. Tapi jika tak ada muatan yang diangkut sama saja. Pemerintah melalui Kemenhub bisa saja memberikan subsidi. Namun, kemampuan dana APBN sangat terbatas,” terang Chandra.

Menurut putri Palembang itu, Indonesia mempunyai kekayaan alam dan komoditas yang melimpah. Berbagai hasil pertanian dan perkebunan sampai hasil tambang sangat melimpah. “Tapi, tidak semuanya bisa dikemas menjadi komoditas menarik sehingga bernilai ekonomi tinggi,” aku Chandra.

“Tugas Pemerintah termasuk Pemda bersama dunia usaha untuk lebih kreatif menggali potensi ekonomi di daerahnya menjadi produk ekonomi bernilai tinggi. Jepang dan Singapura itu tak mempunyai sumber daya alam seperti Indonesia. Tapi karena kreatifitas dan kemampuan tinggi, bisa mengolah dan menjual segala produk bernilai tinggi,” urai Chandra.

Jika Indonesia bisa meniru kreatifitas Jepang, Singapura dan negara industri maju lainnya, maka pangsa muatan kapal termasuk di jalur tol laut sangat melimpah. Tak ada alasan kapal-kapal kargo berjadwal yang ada dioperasikan nanti kekurangan muatan.

“Ini tantangan bisa pemerintah dan dunia usaha Indonesia untuk membuktikan Indonesia mampu dan bisa menjadi poros maritim dunia yang sebenarnya,” tegas Chandra.(helmi)

loading...