Angkasa Pura 2

Adhi Karya Siapkan Rp24 Triliun Bangun Kereta LRT Jakarta Ke Bekasi & Bogor

EmplasemenSenin, 25 Mei 2015
tmp_32673-1401956865586533254

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana memperluas cakupan pembangunan jalur transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) hingga ke wilayah Bogor. Perseroan pun mengalokasikan investasi sebesar Rp24 triliun.

”Presiden Jokowi (Joko Widodo) meminta ADHI untuk membangun LRT ini dari Bogor dan Bekasi sampai ke Jakarta,” kata Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan kepada sejumlah media, akhir pekan lalu.

Sebagai catatan okezone.com, emiten konstruksi pelat merah ini sebelumnya hanya berencana membangun LRT sepanjang 30 kilometer (km) dengan rute Cibubur-Cawang- Dukuh Atas.

Investasi awal pembangunan kereta api ringan tersebut diestimasi sebesar Rp10 triliun. Namun, ADHI kemudian dipanggil Presiden dan diminta untuk memperpanjang jalur LRT hingga ke wilayah Bogor dan Bekasi. Pengembangan jalur ini menyebabkan kebutuhan investasi proyek diperkirakan menjadi Rp24 triliun.

Terkait sumber pendanaan, menurut Kiswo, panggilan Kiswodarmawan, perseroan menjajaki penerbitan saham secara terbatas (rights issue) pada Juni 2015, dengan dana yang dibidik sebesar Rp2,75 triliun.

Rights issue ini terdiri dari penyertaan modal negara (PMN) yang telah dikeluarkan pemerintah sebesar Rp1,4 triliun dan Rp1,35 berasal dari publik. ”Saat ini masih proses perizinan. Selain rights issue, ADHI juga akan mengombinasikan dari pinjaman sejumlah perbankan,” paparnya.

Lebih lanjut Kiswo menjelaskan, tahun depan ADHI akan mengajukan PMN baru sebesar Rp2,1 triliun. Suntikan dana dari pemerintah tersebut seluruhnya akan digunakan ADHI untuk modal pembangunan LRT, baik sarana maupun prasarananya. ”PMN ini sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden, karena semua dananya untuk modal pembangunan LRT sampai Bogor,” ungkapnya.

Dia menambahkan, peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan pada 17 Agustus 2015. Tanggal tersebut juga sesuai instruksi Presiden Jokowi pada rapat dengan beberapa BUMN di Istana Kepresidenan pekan lalu. ”Konstruksi dimulai setelah memperoleh perpres (peraturan presiden), kami maunya perpres penugasan kepada Adhi ini segera keluar pada Mei 2015 ini,” harapnya.

Sebelumnya Presiden telah mengadakan rapat dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas rencana pembangun antar transportasi LRT. Hasil rapat tersebut memutuskan proyek pembangunan LRT dibangun terintegrasi di kawasan Jabodetabek. Total panjang rel LRT dari Bogor hingga Dukuh Atas diperkirakan mencapai 70km. Panjang rel tersebut belum termasuk pembangunan LRT hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Investasi per km LRT, yang merupakan jalur layang (elevated), diprediksi mencapai Rp200-300 miliar. Investasi ini sudah termasuk kereta dan rel. Kiswo menuturkan, pengadaan kereta LRT sedang diseleksi, bisa dari Jepang, Korea, dan China.

Bila sudah dipilih, maka pihak yang menang tender kereta harus bekerja sama dengan BUMN produsen kereta, yaitu PT INKA. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2018 mendatang. Adapun, tarif per kilometer ditetapkan sekitar Rp1.000. (korrie).