Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla – MPA Singapura Gelar Workshop Investigasi Kecelakaan Kapal

DermagaSelasa, 26 Mei 2015
Bobby R Mamahit

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) bekerja sama dengan Maritime and Port Authority (MPA) Singapura menggelar Workshop on IMO Casualty Investigation Code atau investigasi kecelakaan kapal di Jakarta, Senin-Rabu (25-27/5/2015).

Workshop ini merupakan salah satu program pelatihan yang telah disepakati dalam pertemuan ke-8 kerjasama pelatihan antara Ditjen Hubla dengan MPA Singapura yang diselenggarakan di Lombok, 26-27 Agustus 2014 lalu.

Penyelenggaraan Workshop ini bertujuan memberikan pelatihan bagi tenaga investigator dalam melakukan praktik investigasi kecelakaan kapal di laut serta perkembangan terbaru IMO Casualty Investigation Code dan IMO Code of the International Standards and Recommended Practices for a Safety Investigation.

Peserta diharapkan untuk mendapat pemahaman lebih jauh dengan aturan-aturan yang berlaku. Secara nasional tugas investigasi korban dan kecelakaan kapal telah diatur dalam PP Nomor 1Tahun 1998 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal.

Sebagai narasumber dari  MPA Singapore yang memberikan materi pada Workshop kali ini adalah Capt. J. Jamaludin, Senior Marine Surveyor (Investigation Department) dan Capt. Mohd. Harun Jaaffar, Senior Marine Surveyor (Training Standards Department).

Agenda Workshop  yang akan berlangsung selama tiga hari berisi materi presentasi dan diskusi mengenai implementasi dan pemeriksaan kecelakaan kapal sesuai ketentuan International Conventions that obliged flag and coastal States to Investigate into marine casualties and incidents, different types of investigations, difference between Safety Investigation and Marine Safety Investigation.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Bobby R. Mamahit dalam sambutannya yang diwakili oleh Capt. Jonggung Sitorus, Kasubdit Tertib Pelayaran, Direktorat KPLP Ditjen Hubla, menyampaikan apresiasi kepada MPA Singapura atas kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia bidang kelautan di Indonesia dan Singapura.

Bobby menjelaskan tujuan utama dari kursus dan latihan ini adalah mendorong adanya sebuah pendekatan yang bersifat umum dan positif pada investigasi keselamatan dalam insiden dan kecelakaan kapal, serta mempromosikan kerjasama antar negara dalam satu regional ketika mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecelakaan kapal.
“Pada masa yang akan datang, akan banyak tantangan yang dihadapi dalam melakukan investigasi korban dan kecelakaan kapal, sehingga dibutuhkan kemauan dan komitmen yang berkelanjutan dari anggota-anggota IMO untuk melaksanakan tanggung jawabnya,” ujar Bobby. (aliy)

loading...