Angkasa Pura 2

Belasan Pesawat Di Amerika Diancam Diserang Senjata Kimia

KokpitKamis, 28 Mei 2015
tmp_14923-20150528_0737021597049949

WASHINGTON (beritatrans.com) – impatisan ISIS ditengarai berada di balik belasan ancaman terhadap penerbangan internasional yang menggunakan bandara di Amerika Serikat atau terbang di atas wilayah udara AS.

Hal itu dikatakan oleh aparat penegak hukum dan keamanan AS pada Rabu (27/5), yang dirilis cnnindonesia.

Meski begitu, seorang pejabat juga mengatakan bahwa FBI belum mengidentifikasi siapa yang berada di balik ancaman dan tidak memiliki bukti langsung yang menunjuk pada militan.

Para pejabat mengatakan bahwa setelah 11 ancaman bom yang diterima oleh aparat penegak hukum AS pada Senin, setidaknya empat lagi menelepon dan memberikan ancaman pada Selasa malam.

Isi semua ancaman sama, dan penelepon mengakau bahwa penerbangan juga membawa senjata kimia, para pejabat mengatakan. Inilah yang menambah teori dari beberapa penyelidik bahwa simpatisan ISIS yang bertanggung jawab.

Sebuah status di Twitter yang berafiliasi dengan ISIS mennyerukan simpatisannya yang tidak memiliki senjata untuk membuat senjata sendiri atau mengambil tindakan apapun guna mengacaukan masyarakat Barat.

Setidaknya satu dari empat penerbangan yang diancam pada Selasa adalah dari Los Angeles, kata para pejabat. Namun tidak diberikan rincian penerbangan lainnya.

Pihak berwenang juga mengatakan bahwa ancaman pada Senin diduga berasal dari individu yang sama. Pesawat Air France dengan nomor penerbangan 22 dari Paris dikawal oleh jet tempur F-15 ke bandara internasional John F. Kennedy pada Senin.

Pesawat mendarat dengan selamat tanpa insiden atau bahaya yang dilaporkan oleh penumpang atau awak, kata J. Peter Donald, seorang juru bicara FBI.

Ancaman pada Senin juga ditujukan untuk penerbangan ke dan dari bandara AS lainnya, termasuk Newark dan Atlanta, serta penerbangan antara kota-kota lain di Eropa, Amerika Utara dan Selatan serta Timur Tengah, kata seorang pejabat.

Tidak ada bukti zat berbahaya ditemukan, namun para pejabat mengatakan ancaman itu mengganggu dan menyia-nyiakan upaya para penegak hukum.

Otoritas keamanan penerbangan AS biasanya menerima dan menyelidiki rata-rata satu ancaman per hari. (ani).

loading...