Angkasa Pura 2

Butuh Investasi Rp42 Triliun

Kuala Tanjung Akan Menjadi Pelabuhan Terbesar di Samatera

DermagaThursday, 28 May 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) Pelabuhan Juala Tanung. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di pantai timur Sumatera menghadap ke Selat Malaka. Pelabuhan Kuala Tanjung dipersiapkan menjadi saah satu hub dalam proyek Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi dan Wapres JK. Proyek ini membutuhkan inevstasi sampai Rp42 triliun.

Kini sedang membangun multipurpose terminal ?dengan kapasitas 500.000 Teus per tahun. Terminal ini akan rampung pengerjaannya akhir 2016 dan mulai beroperasi di kuartal I/2017 mendatang. Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara ditargetkan akan rampung 2019. Total nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp42 triliun sehingga menampung jumlah kontainer hingga 6 juta Teus/tahun.

“Total lahan itu sampai 40 hektar khusus multi purpose terminal. Namun, kita juga bisa mereklamasi hingga 400 hektar. Total keseluruhan Kuala Tanjung 3.000 hektar, investasinya untuk multi purpose Rp 4 triliun, kawasan industri Rp 8 triliun, petikemas itu kita berharap sekitar Rp 30 triliun,” tutur Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) Bambang Eka Cahyana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (27/05/2015).

Bambang mengatakan investasi yang cukup besar itu dilakukan agar Pelabuhan Kuala Tanjung tidak kalah saing dengan Port Kelang (Malaysia) dan Singapura. Untuk jangka panjang, Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi yang terbesar di Selat Malaka. “Agar bisa bersaing Port Kelang dan Singapura,” tambahnya seperti dikutip detik.com.

Ia mengakui kapasitas daya tampung kontainer Kuala Tanjung sebesar 6 juta Teus/tahun jauh lebih kecil bila dibandingkan Port Kelang atau bahkan Singapura.

“Kita bisa sampai 6 juta Teus, Port Klang sudah 7 juta Teus, Singapura dari 30 juta Teus mereka kembangkan lagi menjadi 50 juta Teus. Memang kalau bangun pelabuhan nggak boleh tanggung-tanggung,” katanya.

Pelabuhan Kuala Tanjung ditargetkan selesai pada 2019, namun akan ditingkatkan sampai 20 juta TEUs dalam jangka panjang.(zal/dtc)