Angkasa Pura 2

BP2IP Barombong Usulkan Perluasan “Kampus Yang Baru”

SDMMinggu, 31 Mei 2015
Ahmad Wahud-Tommy

MAKASSAR (beritatrans.com) –Balai Pendidikan dan Palatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, Makassar Sulawesi Selatan mengusulkan review perluasan dan pembangunan kampus yang lebih representative. Salah satu kampus pelaut di Makassar, Sulawesi Selatan itu makin diminari masyarakat tapi kapasitas yang ada sangat terbatas.

“Kampus BP2IP Barombong dinilai sudah kurang memadahi lagi. Oleh karena itu, BP2IP Barombong mengusulkan ke Pemerintah melalui Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan untuk mengembangkan kampus yang lebih luas dan fasilitas lebih lengkap,” kata Kepala BP2IP Barombong Ahmad Wahid,ST,MT,M.Mar.E Bon Voyage Perwira Pelayaran Niaga BP2IP Barombong, Jumat (29/5/2015) malam.

Menurutnya, kampus BP2IP Barombong sulit untuk menerima taruna taruna dalam jumlah lebih besar. Sementara, animo masyarakat khususnya dari Sulawesi Selatan dan daerah lain di Kawasan Timur Indonesia (KTI) lainnya. “Perlu dipertimbangkan untuk memperluas dan menambah fasilitas pendidikan dan latihan untuk calon-calon peluat Indonesia di masa mendatang,” sebut Wahid.

Pengalaman tahun 2015, lanjut dia, pendaftar seleksi calon taruna (sipencatar) BP2I Barombong menerima pendaftaran sampai 2.000 orang lebih. Tapi, kemampuan kita hanya maksimal 240 taruna setiap angkatan. “Akibatnya, makin banyak putra-putri Indonesia terutama di KTI yang tak bisa melanjutkan pendidikan dan bergabung menjadi taruna transportasi BP2IP Barombong,” jelas Wahid saat dikonfirmasi beritatrans.com.

Pada sipencatar tahun 2015 ini, menurut dia, BP2IP Barombong masih sama dengan tahun sebelumnya. “Sampai saat ini, kebih dari 1.500 calon taruna mendaftar ke BP2IP Barombong. Tapi, kita hanya akan menerima taruna sebanyak 240 orang utuk dua prodi yaitu ANT dan ATT,” tandas pejabat Kemenhub itu.

Wahid menambahkan, kuota yang kecil di B2IP Barombong sangat berkaitan dengan kemampuan dan daya tampung kampus sediri. Saat ini, setiap angkatan hanya mempunyai kapasitas 6 kelas. Demikian juga fasilitas dan alat diklat yang lain juga tak bisa menampung taruna dalam jumlah yang lebih besar. “Kita harus menyesuaikan dengan kapasitas dan daya tampung di kampus. Jangan sampai kelebihan kapasitas sehingga proses diklat pelaut dan hasilnya tetap maksimal,” papar Wahid.

Seperti diketahui, BP2IP Barombong mempunyai kampus di atas lahan cukup luas. Selain ruang kelas, simulator, ruang praktek juga tersedia fasilitas pendidikan lainnya. Semua itu tersedia di kampleks yang sama. BP2IP Barombong juga dilengkapi lapangan sepak bola, lapangan upacara di dua tempat berbeda serta asrama taruna dan taruni.

Selanjutnya, Kampus BP2IP Barombong mempunyai Kapal Latih (KL) Barombong serta Dermaga Karaeng Galengsong dan fasilitas pendukunya untuk latihan dan praktek berlayar baru taruna BP2IP.

“Dengan berbagai fasilitas dan alat diklat yang ada, kita optimis mampu melakanakan pendidik dan melatih calon pelaut secara maksimal. Kualitas diklat bagus dan lulusan optimal sesuai standard an ketentuan IMO. Luluan BP2IP Barombong juga sudah sesuai standard an ketentuan STCW 95-2010 atau Amandeman Manila,” tegas Wahid.(helmi)

  • raynaldy

    Mohon ijin admin. mungkin yg anda maksud PIP MAKASSAR bukan BP2IP Barombong. Karena Pak Wahid itu direktur PIP makassar bukan BP2IP barombong.

    • Popeye

      sebelum di PIP makassar beliau direktur di BP2IP barombong dahulu