Angkasa Pura 2

Wanita Hamil 7 Bulan & Anaknya Diusir Dari Pesawat

KokpitMinggu, 31 Mei 2015
tmp_15405-Pregnant-woman-on-plane-581013144

FRANSISCO (beritatrans.com) – Wanita bernama Sarah Blackwood mengakui bahwa ia diminta untuk meninggalkan pesawat dalam penerbangan ke Vancouver, Kanada, tak lama setelah pesawat terbang landas dari San Fransisco.

Blackwood yang tengah hamil tujuh bulan, bersama putranya Giorgio melakukan perjalanan bersama.

Namun saat berada di dalam pesawat, Giorgio yang baru berusia dua tahun tak dapat berhenti menangis.

Lewat wawancara Blackwood dengan ABC News, ia mengatakan saat di pesawat, seorang flight attendant berbicara padanya bahwa ia perlu belajar untuk mengendalikan anak serta menenangkan anak yang menangis.

Awalnya Blackwood berpikir sangat aneh ketika pilot mengumumkan bahwa pesawat yang ditumpanginya akan kembali untuk mengisi bahan bakar.

“Ketika saya dan Giorgio melewati pintu boarding, seorang wanita dari bandara datang dari dalam, menghampiri, dan mengatakan bahwa saya harus meninggalkan pesawat,” ceritanya.

Tribunnews meberitakan Blackwood saat itu pun sadar, jika pesawat yang ditumpanginya berputar balik menuju bandara dengan alasan mengisi bahan bakar, sebenarnya disebabkan oleh dirinya dan Giorgio. Akhirnya ia pun tak sanggup menahan tangis.

Menjawab pemberitaan dan pernyataan yang menyudutkan, SkyWesst Airlines memberi pernyataan pada ABC, “Meski sudah berkali-kali diminta, anak tersebut tidak dapat duduk diam di tempatnya, maka hal tersebut tak sesuai dengan peraturan federal yang terkait untuk menjamin keamanan penumpang,” pihak SkyWest Airlines juga menjelaskan bahwa telah meminta sang ibu untuk membuat anaknya duduk sebelum penerbangan dan saat penerbangan berlangsung.

Blackwood tak terima dengan pernyataan tersebut, ia mengklaim kalau Giorgio sang anak tetap duduk tenang di bangku yang berlokasi dekat jendela sepanjang waktu.

Alhasil akibat kasus ini, Blackwood mendapatkan banyak dukungan dari para pengguna Twitter.

“Terimakasih semuanya karena telah membantu hari #diskriminasi perjalanan saya dengan @united dan akhirnya jadi meluas serta memberikan dampak. Beberapa media hingga saat ini juga banyak yang menulis mengenai kisah ini,” tulis Blackwood dalam akun Twitter-nya. (aisha).