Angkasa Pura 2

STIP Jakarta Bantu Akademi Maritim Djadajat, Stimar Jakarta, AMI Medan & AMI Cirebon

SDMRabu, 3 Juni 2015
IMG_20150603_081135_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta sejumlah sekolah pelayaran swasta di Tanah Air. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas sekolah dan pelaut yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing di era global.

“Kita menganut system rayonisasi. Untuk sekolah pelaut di wilayah Sumatera, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat bekerja sama dengan STIP Jakarta. Sedang daerah lainnya bisa melakukan kerja sama dengan sekolah pelaut terdekat di wilayah masing-masing,” kata Kabag TU dan Humas STIP Jakarta Capt.Ariandy Syamsul Bachri, M.Si kepada beritatrans.com di Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Saat ini ada beberapa sekolah pelaut di bawah BPSDM Perhubungan. Mereka tersebar mulai Banda Aceh sampai Sorong, Papua Barat. “Sekolah pelaut swasta bisa menjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan pelaut dalam pemanfaatan fasilitas seperti simulator, laboraturium dan alat praktek lainnya,” kata Ariandy.

Saat ini, AMI Medan, AMI Cirebon, STIMAR Jakarta, Akademi Maritim Djadajat Jakarta dan lainnya sudah menjalin kerja sama dengan STIP Jakarta. Di Indonesia khususnya Jakarta sampai Sumatera banyak sekolah pelaut baik di tingkat SLTA atau perguruan tinggi.

“Di wilayah Jabodetabek ada beberapa sekolah pelaut selain STIP Jakarta. Sebut saja BP3IP Jakarta, BP2IP Mauk Tangerang yang bernaung di bawah BPSDM Perhubungan. Mereka semua juga membuka peluang kerja sama selama tidak mengganggu kinerja dan proses belajar mengajar di kampus tersebut,” jelas Ariandy.

Nakhoda senior itu menambahkan, sekolah-sekolah pelaut yang akan menjalin kerja sama dengan STIP Jakarta atau sekolah dibawah BPSDM Perhubungan lainny harus mendapat approval atau persetujuan dari Direktoral Perkapalan dan Kepalautan (Ditkappel) Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. “Kita di STIP Jakarta ini hanya pelaksana di lapangan,” terang Ariandy.

Selain itu, tutur Ariandy, sekolah pelaut juga dibatasi waktunya dalam hal kerja sama dengan STIP atau sekolah pelaut lainnya. “Kebijakan ini dimaksudkan agar sekolah swasta lainnya bisa ikut bekerja sama dan meningkatkan kualitas pendidikan pelaut di Indonesia. Jikalau terlalu lama dan mereka tidak menambah fasilitas pendidikan sendiri mereka akan terkena sanksi pemerintah. Paling tidak, grade sekolah mereka diturunkan,” tandas Ariady.

“STIP Jakarta siap bekerja sama dan membantu sekolah-sekolah swasta mendidik calon pelaut di Tanah Air sesuai ketentuan hukum dan aturan yang berlaku. Tapi, mereka juga harus berusaha untuk memperbaiki diri dan meningkatkan fasilitas pendidikan yang dimiliki,” tegas Ariandy.(helmi)

loading...