Angkasa Pura 2

Marihot: Satu Kelas Pelaut Lulusan Poltekpel Surabaya Direkrut Pelni

SDMKamis, 4 Juni 2015
IMG_20150603_075127_edit

JAKARTA (beritatrans.com) –Perwira lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Jawa Timur langsung terserap dunia kerja bahkan dipesan perusahaan pelayaran asing asal Hongkong. Hal itu membuktikan pelaut lulusan dalam negeri siap bersaing di luar negeri dan justru mereka yang proaktif “melamar” dan datang ke Indonesia.

“Sebanyak lima lulusan ANT dan lima lulusan ATT Poltekpel Surabaya sudah dipesan perusahaan Hongkong. Mereka sudah resmi menandatangani kerja sama itu dengan kita,” kata Direktur Poltekpel Surabaya Capt.Marihot Simanjuntak menjawab beritatrans.com di Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Sementara, lanjut dia, satu kelas jurusan elektronika dari Poltekpel Surabaya langsung direkrut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). “Pak Dirut Pelni (Wimbo Hardjito) datang langsung dan meminta lulusan elektronika Poltekpel untuk langsung bekerja di Pelni. Ini satu kebanggan tersendiri, lulusan kita langsung diserap dunia kerja bahkan sebelum mereka lulus sudah dipesan,” kata Marihot.

Pelni adalah salah satu BUMN di bidang pelayaran yang menjadi pengguna lulusan sekolah pelaut nasional termasuk Poltekpel Surabaya. Seperti diketahui, selain ada ratusan perusahaan pelayaran swasta, Indonesia memiliki beberapa BUMN pelayaran seperti PT ASDP Indonesia Ferry. Selain itu, beberapa Pemerintah Daerah juga mengoperasikan kapal-kapal meski ukuran kecil untuk melayani mobilitas warganya. “Semua itu butuh pelaut andal dan professional,” jelas Marihot.

Menurut putra Batak itu yang sudah puluhan tahun berlayar itu menambahkan, pelaut-pelaut Indonesia sudah banyak melanglang buana di seluruh dunia. Mereka terbukti memiliki kerja dan prestasi yang bagus. “Tak heran jika banyak perusahaan asing yang kini mencari pelaut-pelaut muda dari Indonesia. Artinya, kualitas pelaut kita bagus dan diterima mereka,” papar alumni AIP Jakarta tahun 1988 itu.

“Ini tantangan bagi generasi muda Indoensia untuk menjadi pelaut. Kebutuhan peluat Indonesia dan dunia sangat besar. Selain ityu, gaji dan kesejahteraan mereka juga tak mengecewakan bila tak mau disebut cukup tinggi. Tapi harus diingat, menjadi peluat harus gigih, kerja keras dan professional,” terang Marihot.

Yang menjadi pertanyaan ke depan, mau tidak pemuda-pemuda Indonesia menjadi pelaut itu? Yang pasti, tambah Marihot, peluang kerja pelaut sangat besar baik di kapal-kapal domestik atau kapal asing. “Pemerintahan Jokowi-JK sampai 2019 mendatang akan membangun 400 kapal lebih. Implikasinya, mereka butuh pelaut dari berbagai level dan kompetensi,” tegas dia.(helmi)

loading...