Angkasa Pura 2

Tommy: Insan Perhubungan Harus Profesional dan Memiliki Budaya Melayani

SDMKamis, 4 Juni 2015
IMG_20150603_104038

JAKARTA (beritatrans.com) –Membangun etos dan budaya kerja yang baik di lingkungan Kementerian Perhubungan butuh kerja keras, keteguhan serta biaya tidak sedikit. Tidak semua dana dan investasi yang dikeluarkan BPSDM Perhubungan dalam pembangunan manusia langsung kelihatan hasilnya dan bisa dihitung secara matematis.

“Tapi, kita harus tetrap konsisten dan bekerja sesuai tupoksi kita dalam pembangunan SDM transportasi yang baik. Fokus BPSDM Perhubungan ke depan adalah bagaimana membangun SDM transportasi yang andal dan professional. Tapi juga memiliki kepedulian dan pelayanan yang baik,” kata Kepala BPSDM Perhubungan saat acara pisah sambut Kepala Pusbang SDM Perhubungan Laut di Kampus STIP Jakarta, Rabu (3/6/23015) petang.

Saat dikonfirmasi beritatrans.com, Tommy sapaan akrab dia mengatakan, semua dana dan pengeluaran di BPSDM Perhubungan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. “Kita harus terus meningkatkan kualitatas SDM transportasi melalui diklat dis ekolah-sekolah di awah BPSDM Perhubungan,” kata dia.

Yang perlu dipahami, lanjutnya, tidak semua program yang dijalankan di bidang diklat itu bisa langsung kelihatan dan bisa dihitung secara matematis. ”Kita selain membangun ketrampilan teknis di bidang transportasi harus membangun sikap dan mental yang baik. Mereka mempunyai budaya keselamatan yang tinggi sekaligus peka dan peduli pada lingkungan kerja serta masyarakatnya. Inilah yang tak bisa langsung dihitung secara mametatis itu,” papar mantan Kepala Biro Kepegawaian Kemenhub itu.

Oleh karena itu, menurut dia, BPSDM Perhuhungan dan sekolah-sekolah transportasi tetap menganggarkan dana untuk berbagaio kegiatan luar ruang seperti out bond, family gathering bahkan bakti sosial dengan melibatkan keluarga dan taruna transportasi. “Semua itu dalam rangka membangun sikap mental, kepedulian dan budaya melayani yang lebih baik dan professional,” tandas Tommy.

IMG_20150603_105951

Fakta selama ini membuktikan, banyak kritik dan saran terkait kualitas lulusan sekolah transportasi BPSDM Perhuhungan. “Semua itu harus disikapi dengan bijak guna terus memacu semangat kerja dan perbaikan lulusan pendidikan sekolah transportasi BPSDM Perhubungan,” terang Tommy.

Data yang terbaru, urai Tommy, dari hasil seleksi CPNS Perum Airnav ada sekitar 400 lulusan ATKP dari Medan, Surabaya dan Makassar. “Mereka ikut seleksi dan ternyata hanya lolos sebanyak 100 orang. Setelah dievaluasi, kebanyakan alumni kita masih terlalu kaku, kurang memiliki kepedulian dan budaya melayani yang baik. Inilah catatan kritis yang perlu diperbaiki ke depan,” tukas dia.

“Ke depan, sekolah-sekolah transportasi kita harus merubah paradigma. Taruna harus dididk dengan kemampuan teknis di bidang transportasi, tapi juga memiliki sikap melayani dengan baik. Selain itu, harus menjadikan budaya keselamatan yang tinggi dimanapun bekerja dan ditempatkan,” tegas Tommy.(helmi)

loading...