Angkasa Pura 2

BP2IP Malahayati Siap Gelar Diklat Pelaut Gratis Untuk Putra Aceh

SDMJumat, 5 Juni 2015
Wisnu Handoko

JAKARTA (beritatrans.com) –Balai pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Banda Aceh siap menggelar diklat kepelautan untuk pemuda di daerah tertinggal dan terdepan di Indonesia. Diklat ini diberikan gratis khusus untuk putra-putri Aceh yang dibiayai APBN P tahun 2015. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas SDM khususnya di daerah.

“Kita siap membuka diklat untuk putra-putri Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menjadi pelaut. Proyek ini didanai dengan dana APBNP 2015 dan BP2IP Malahayati siap membuka diklat angkatan pertama tahun 2015,” kata Kepala BP2IP Malahayati Banda Aceh Cat.Wisnu Handoko,M.Sc kepada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (4/6/2015) petang.

Mereka akan dididik menjadi pelaut dengan berbagai kompetensi khusus di kapal mulai dari basic safety training (BST), SAT atau security, juru mudi dan lainnya. “Mereka bukan hanya dididik untuk mempunyai kompetensi khusus tapi juga mendapatkan buku pelaut dari Ditkappel Ditjen Perhubungan Laut RI,” jelas Wisnu.

“Untuk diklat pelaut angkatan pertama di BP2IP Malahayati Aceh akan diikuti 60 orang. Mereka dibagi menjadi dua kelas dengan jurusan berbeda, yaitu ANT dan ATT. Selanjutnya kan dibuka diklat pelaut angkatan berikutnya di BP2IP Malahayati dalam skim yang sama,” papar Wisnu.

Jadi, lanjut dia, selesai mengikuti diklat di BP2IP Malahayati Banda Aceh mereka bisa langsung bekerja di kapal dengan kompetensi masing-masing. “Mereka mampu secara teknik dan secara legal juga dilengkapi dengan buku pelaut. Dengan begitu, mereka bukan hanya bisa bekerja di kapal-kapal domestik, tapi juga bisa bekerja di kapal-kapal asing dengan bayaran dolar AS tentunya,” sebut Wisnu.

Menurut pelaut lulusan PIP Semarang itu, pemanfaatan dana APBN P 2015 untuk daerah tertinggal dan terluar Indonesia seperti NAD mempunyai arti dan peran strategis. “Selain itu mencetak SDM unggul sekaligus mengurangi pengangguran di daerah. Khusus di NAD pemberdayaan pemuda pemudi menjadi tenaga terampil di menjadi pelaut sekaligus sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Seperti diketahui, Aceh merupakan daerah bekas konflik dan perlu penanganan khusus termasuk di bidang pemberdayaan manusia ini,” tandas Wisnu.(helmi)