Angkasa Pura 2

Chandra Motik: PM No.93/2015 Harus Dorong Profesionalisme TKBM Dan Tekan Biaya Logistik Nasional

DermagaSabtu, 6 Juni 2015
Chandra Motik2

JAKARTA (beritatrans.com) -Pakar hukum maritim Dr.Chandra Motik menyambut gembira lahirnya PM Menhub No.93/2015 sebagai revisi PM No.60/2014. “Pengelolaan tenaga kerja bongkar (TKBM) muat harus makin profesional, ada proteksi yang jelas dalam hal ini asuransi untuk TKBM,” Chandra kepada beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (6/6/2015).

Dampak ikutannya, menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing nasional. “Biaya logistik Indonesia yang mencapai kisaran 24% PDB harus segera diturunkan,” sebut Chandra.

Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh TKBM di pelabuhan harus dikelola badan usaha baik PT/CV atau koperasi. “Selain itu, mereka juga harus mengasuransikan TKBM, sehingga kalau ada kasus misalnya kecelakaan aman,” jelas Chandra.

Selain itu, menurut Chandra, secara perlahan bongkar muat dilepaskan dari perusahaan pelayaran. “Kecuali untuk komoditas tertentu, misalnya barang berbahaya termasuk migas tetap dilayani perusahaan pelayaran,” papar Ketua Umum ILUNI itu.

Dalam sejarahnya, bongkar muat itu memang menyatu dengan pelayaran. Tapi, sejalan dengan dinamika dunia usaha serta makin besarnya volume barang yang ditangani, tak semua bisa ditangani perusahaan pelayaran.

“Itulah yang kemudian memunculkan usaha bongkar muat. Tapi, sesuai UU bongkar muat tak dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia. BUMN itu sesuai fitrahnya hanya melayani jasa kepelabuhanan terutama sandar, dermaga, lapangan dan fasilitas darat lainnya,” terang Chandra.

Sedang pandu, tunda, tambat hakikatnya adalah tugas pemerintah sebagai regulator karena terkait dengan keselamatan pelayaran. “Tapi, pada prakteknya dilimpahkan ke Pelindo sebagai BUMN di bidang kepelabuhanan,” urai Chandra.

Dia berharap, dengan PM No.93/2015 diharapkan pengelolaan TKBM makin baik. Kinerja bagus dan meningkatkan pelayanan di pelabuhan.

“Pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik yang menjadi beban dunia usaha dewasa ini.Dwelling time harus turun, biaya logistik makin murah dan meningkatkan daya saing nasional,” tegas Chandra.(helmi)