Angkasa Pura 2

2 Pilot UTair Dibebaskan Dari Penculik Bersenjata

KokpitMinggu, 7 Juni 2015
F7630E1E-2398-4EC5-9A94-5ADE9C3A0029_w676_r1_s

KHARTOUM (beritatrans.com) – Dua pilot Rusia, yang diculik sejumlah laki-laki bersenjata di wilayah Darfur yang bergolak di Sudan, telah dibebaskan dan kini berada di kedutaan Rusia di ibukota Sudan, Khartoum.

Sergei Cherepanov dan Mikhail Antyufeev terlihat dalam kondisi sehat ketika bertemu dengan para wartawan di Bandara Khartoum hari Sabtu siang (6/6) setelah diterbangkan dari kota Zalingei, ibukota negara bagian Darfur.

Para pejabat Sudan mengatakan operasi untuk membebaskan kedua pilot tersebut tidak diwarnai kekerasan dan tidak ada uang tebusan yang dibayar.

Para penculiknya, perlengkapan dan kendaraan mereka “kini dalam pengamanan kami,” kata Letnan Jenderal Taj al-Sir Osman, seorang pejabat badan keamanan Sudan.

nibs-utair-image

Kedua pilot itu diculik dari Zalingei oleh sebuah kelompok yang tidak diketahui namanya pada akhir Januari.

Cherepanov dan Antyufeev bekerja untuk perusahaan Rusia, UTair, dan berada di Sudan berdasarkan kontrak dengan Misi PBB-Uni Afrika di Darfur (UNAMID).

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan “sangat bersyukur” dengan dibebaskannya kedua pilot itu dan “lega bahwa mereka dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan orang-orang yang mereka kasihi setelah 128 hari disandera.”

Misi UNAMID itu dikerahkan tahun 2007 untuk melindungi warga sipil di Darfur, lokasi pertempuran sengit antara pemerintah Sudan dengan tiga kelompok pemberontak.

Sekitar 300,000 orang telah tewas dalam konflik di Darfur dan 2.5 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, kata PBB, meskipun Khartoum memperkirakan jumlah kematian adalah 10.000 orang. (voaindonesia).