Angkasa Pura 2

Cegah Kontainer Hilang Lagi, TPK Koja Terapkan Segel Elektronik

DermagaMinggu, 7 Juni 2015
20150607_200919

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengangkutan  kontainer Pindah Lokasi Penumpukan (PLP)   akan diperketat, antara lain dengan pengawalan secara fisik dan    pada kontainer akan dipasang ‘e-seal’ (segel elektrtonik) agar pergerakan kontainer  dapat dipantau melalui monitor.

Hal itu diungkapkan General Manager (GM) TPK Koja, Tanjung Priok, Agus Hendriyanto menjawab pertanyaan beritatrans.com, Minggu (07/06/2014), terkait  kasus hilangnya 1 unit kontainer 40 feet berisi barang impor, belum lama ini.

Kontainer tersebut hilang  dalam  perjalanan pindah lokasi penumpukan (over brengen) dari TPK Koja ke Tempat Penumpukan Sementata (TPS) Agung Raya Public Warehouse (ARPW).

Ditemui beritatrans.com pada acara TPK Koja menggelar sunatan massal di Port Medical Center (PMC), Tanjung Priok, Agus mengatakan untuk pengamanan, truk yang akan digunakan mengangkut kontainer pindah lokasi penumpukan (PLP)nantinya harus terdaftar di TPS mau pun tetrminal dan penggunaannya atas permintaan TPS. 
 
“Kebijakan pengetatan sistem angkutan kontainer dari terminal ke TPS  diambil melalui   rapat koordinasi pihak terminal, Bea Cukai, TPS dan pihak terkait lainnya,” kata Agus Hendriyanto.

Sementara itu  Ketua Umum DPW  Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) DKI, Widiyanto mengatakan dalam kasus kontainer hilang tersebut masih ada hak pemerintah harus diselesaikan seperti bea masuk dan  pajak impor lainnya. Karena kontainer tsb belum  clearance kepabeanan.

Agus Hendriyanto menegaskan dalam kasus ini baik kerugian pemilik barang (consignee) maupun Kerugian pemerintah akan diganti dan jumlahnya sedang dihitung.

Dia mengatakan   head truck pengangkut kontainer impor yang hilang saat over brengen tersebut sudah ditemukan. Namun,  peti kemas termasuk isinya belum diketahui nasibnya.

Pasca peristiwa itu, saat ini Kantor Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok  menghentikan sementara kegiatan over brengen peti kemas impor baik status Less Than Container Load (LCL) atau isinya milik lebih dari satu orang mau pun berstatus Full Container Load (FCL). atau isinya milik satu orang. (wilam).