Angkasa Pura 2

Sensasi Naik Pesawat Terbang Dari Baturraden Ke Pulau Bali

DestinasiWednesday, 10 June 2015

BANYUMAS (beritatrans.com) – Melancong ke Purwokerto atau Banyumas, Jawa Tengah, tak lengkap bila melewatkan obyek wisata Baturraden. Dengan udara sejuk, pengunjung akan betah melihat hamparan hutan.

Tak hanya pemandangan elok hutan yang sebagian di antaranya berselimut kabut, lokasi wisata ini juga menarik perhatian pengunjung dengan sensasi naik pesawat terbang.

Pesawat terbang itu berada tepat di sisi pintu masuk. Entah bagaimana caranya pesawat segede gajah itu bisa ditempatkan di sana.

Pengunjung dapat menikmati naik pesawat jet tersebut dengan hanya membayar tiket Rp5.000, tentu saja setelah membayar tiket masuk lokasi wisata Rp14.000.

Kreatifitas menghadirkan wisata selain pemandangan alam tersebut memang patut diapresiasi. Hanya saja, penempatan pesawat itu semestinya tidak di bagian muka lokasi wisata karena mengurangi estetika. Lebih bagus bila diletakkan lebih ke dalam.

tmp_29603-IMG_20150610_1626321541198568

Di dalam pesawat, pengunjung ditawari mengeksplorasi keindahan alam nusantara, termasuk Pulau Bali. Dengan sajian sinema layar cukup lebar itu, maka pengunjung ‘terbang’ ke beberapa daerah lain di Indonesia.

Pemandangan lain di Baturraden adalah hadirnya tiga lapak batu akik. Batu asli Baturraden, Papua hingga Tanzania dijajakan. Harganya juga relatif tak mahal, berkisar ratusan ribu rupiah.

Untuk batu pancawarna, ditawarkan Rp300.000, sedangkan batu Tanzania, Afrika, dibandrol Rp450.000. Harga itu tentu saja beserta ikatan cincin. Semua pedagang memberi kesempatan kepada konsumen untuk menawar.

tmp_29603-IMG_20150610_1626411691753818

Berbeda dengan sejumlah lokasi wisata lainnya di tanah air, pedagang di sana, termasuk penjaja kaos suvenir dan makanan khas Banyumas, tidak mematok harga mahal. Perbedaan dengan harga normal atau standar, hanya sekitar Rp1.000 – 2.000 saja.

Bahkan pedagang makanan dan minuman memberi harga sama dengan produk sejenis di luar lokasi wisata. Mereka tampaknya menyadari bahwa pengunjung tidak boleh sampai kapok membeli lagi. Segelas kopi luwak panas contohnya, hanya disodorkan harga Rp3.000.

Bayangkan betapa nikmatnya menyeruput kopi panas di tengah udara begitu sejuk, dan tidak perlu khawatir ‘dikemplang’ dengan harga mahal.

Kalaupun patut disayangkan dari lokasi wisata Baturraden adalah tidak kentalnya budaya Banyumasan. Tak hanya persoalan miskinnya sajian seni dan budaya lokal, tetapi pengunjung juga kehilangan sapa ramah dari bahasa ‘ngapak-ngapak,’ yang kadang mengundang senyum. (agus w).