Angkasa Pura 2

STIP: Tantangan Bagi Pelaut Untuk Menjadi Syahbandar di Masa Mendatang

Dermaga SDMRabu, 10 Juni 2015
IMG_20150610_103144

JAKARTA (beritatrans.com) -Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Capt.Arifin Soenardjo mengatakan, saat ini ada 322 pelabuhan di Indonesia. Tapi, Kepala Syahbandar yang bertugas memeriksa dan menegakkan aturan keselamatan kapal bukan dari pelaut.

“Sekali lagi, tantangan bagi kalian perwira pelaut muda Indonesi alumni STIP. Alangkah eloknnya kalau syahbandar di pelabuhan adalah pelaut. Mereka lebih tahu, pernah mengalami dan menjiwai dunia pelayaran,” kata Arifin pada Pelantikan Perwira Tingkat I ANT dan ATT-I STIP Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Menurutnya, menegakkan aturan keselamatan kapal dan pelayaran pada umumnya harus dilakukan orang yang profesional.

“Kalau pelaut mereka tentu sudah berlayar dengan segala tantangan dan resikonya. Jika kemudian menjadi syahbandar tentu akan lebih menjiwai dan hampir tak ada kendala di lapangan,” jelas Arifin.

Oleh karena itu, dihadapan sekitar 90 pasis tingkat I yang baru dilantik diminta untuk sukses di darat juga terutama di pelabuhan. Bisa menjadi syahbandar, perwira pandu dan lainnya terkait pelayaran dan keselamatan pelayaran,” papar Arifin.

Bagi kalian yang sudah boring (bosan) kerja di kapal, Arifin meminta untuk meniti karier di darat. “Masih banyak profesi pelaut di darat. Bila mau bisa juga menjadi dosen seperti di STIP ini,” sebut alumni AIP angkatan XXI itu.

Indonesia sebagai negara maritim besar, butuh pelaut-pelaut andal. “Bukan hanya mereka yang berlayar, tapi juga pelaut yang bertugas di darat. Yang jelas, mereka harus bersinergi demi kebaikan dan kejayaan maritim Indonesia,” tegas Arifin.(helmi)

loading...