Angkasa Pura 2

Berkas Penyidikan Kasus Dua Kapal Singapura Sudah P21

DermagaKamis, 11 Juni 2015
IMG_20150610_153955

BATAM (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah berhasil menyelesaikan penyidikan atas kasus dugaan pelanggaran hukum oleh dua kapal Singapura, yakni kapal SB Sea Sparrow I dan kapal SB DM 55. Kedua kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum di perairan Batam, Indonesia.

Berkas hasil penyidikan kedua kapal berikut dua nakhodanya yang ditetapkan menjadi tersangka beserta barang buktinya telah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Batam pada Rabu (10/6/2015), oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pelabuhan Batam Syahrul Bahri dan didampingi Kasubdit PPNS Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Revolindo yang bertindak sebagai supervisor. Sedangkan barang bukti yang diserahkan antara lain berupa dua kapal berikut muatannya.

Sebelum diserahkan kepada pihak kejaksaan, terlebih dahulu dilakukan penyegelan oleh Kasubdit PPNS Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Revolindo bersama-sama PPNS Kantor Pelabuhan Batam Syahrul Bahri dan PPNS perbantuan dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, Heri Priyambodo.

“Kami mengucapkan syukur atas selesainya proses penyidikan kasus ini hingga dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Batam sehingga tinggal menunggu proses selanjutnya yaitu persidangan di pengadilan,” kata Kepala Kantor Pelabuhan Kelas I Batam Hari Setyobudi.

IMG_20150610_091504_edit

Hari Setyobudi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu, terutama kepada para PPNS Kantor Pelabuhan Kelas I Batam dan PPNS dari UPT Tanjung Uban yang di bawah supervisi langsung oleh Kasubdit PPNS Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit untuk menyelesaikan proses penyidikan ini,” ujarnya.

IMG_20150610_163248_edit

Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Negeri Batam, Angga Dhielayaksya, SH mengatakan para tersangka akan dikenakan Pasal 284 Jo. Pasal 302 Jo. Pasal 317 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman hukuman maksimal selama 5 (lima) tahun.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Batam juga melakukan penahanan kepada nakhoda dua kapal tersebut selama 20 hari untuk menunggu proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

“Kami tidak ingin mengambil resiko tersangka kabur. Apalagi menjelang bulan puasa dan lebaran nanti. Untuk itu, sambil menunggu proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri, dua tersangka kami tahan,” kata Angga.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam kunjungannya bersama dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt Bobby R Mamahit ke Kepulauan Riau mendapati dua kapal berbendera Singapura yang ditangkap oleh kapal patroli Kantor Pelabuhan Kelas I Batam. Selanjutnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berpesan agar dugaan pelanggaran hukum oleh dua kapal tersebut diproses hingga tuntas.

IMG_20150610_154823_edit

Kedua kapal itu ditangkap oleh petugas patroli Kantor Pelabuhan Batam pada 3 Maret 2015 dengan menggunakan KNP.330 dan KNP.592 di perairan Indonesia pada koordinat 01 13,416 Bujur Timur/103 59 992 Bujur Selatan dengan jarak 2,4 mil dari Tanjung Sengkuang Batam.

Dua kapal berbendera Singapura itu yakni Kapal SB Sea Sparrow I berbendera Belize dengan bobot 27 GT (gross tonnage) milik Searching Offshore PTE LTD dan kapal SB DM 55 dengan bobot 62 GT milik DM Sea Logistic PTE LTD. Kedua perusahaan tersebut berkedudukan di Singapura.

Saat dilakukan penangkapan, satu kapal bermuatan kosong, sedangkan kapal lainnya bermuatan makanan, minuman, buah-buahan dan rokok yang sudah mengeluarkan bau busuk. Saat ini kedua kapal ditahan di Pelabuhan Sekupang Batam. (aliy)