Angkasa Pura 2

STTD: Perlu Integrasi Tiket APTB Dengan Transjakarta

Koridor SDMKamis, 11 Juni 2015
IMG_20150610_171448_edit

BEKASI (beritatrans.com) –Pakar transportasi Sekolah Tunggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Muh Nurhadi,ST,MT mengusulkan agar integrasi dan sinergi angkutan kota Jakarta dengan daerah sekitarnya terus dibenahi, bukan diputuskan. Kebutuhan jasa transportasi umum di Kota Jakarta makin tinggi dan seharusnya angkutan umum yang ada terus ditingkatkan.

“Yang perlu dibenahi adalah integrasi tiketnya. Kemudian masing-masing didudukkan di porsi masing-masing. Ada bus Transjakarta yang masuk ke jantung kota Jakarta, ada pula feeder terutama APTB, Kopaja dan lainnya yang mengakut penumpang dari daerah ke pinggiran Jakarta. Tapi, tiketnya satu, sehingga konsumen tidak repot dan harga terjangkau,”kata Nurhadi kepada beritatrans.com di Jakarta, Rabu (10/6/2015) petang.

Yang terjadi selama ini, APTB dan Kopaja bisa masuk ke jalur Transjakarta, mereka bisa mengambil penumpang disana bahkan mengantarkan ke tujuan tertentu di tengah kota. Akibatnya, pelayanan tak maksimal bahkan merugikan Transjakarta, yang nota bene milik BUMD Jakarta dan disubsidi APBD DKI Jakarta.

“Seharusnya, feeder mengantarkan penumpang ke titik tertentu dan selanjutnya masuk ke Kota Jakarta dengan Transjakarta. Tapi, tiketnya terintegrasi sehingga penumpang tak harus membeli tiket berulang-ulang,” jelas pengurus MTI Jakarta itu lagi.

Jika operasional bus Transjakarta masih seperti sekarang dan terjadi tumpang tindih dengan APTB bahkan trayek bus umum lainnya akan semakin kacau. “Pelayanan angkutan umum Kota Jakarta tidak maksimal, dan target pemerintah mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum akan sulit,” sebut Nurhadi yang juga dosen senior di STTD Bekasi itu.

Selanjutnya, perlu difikirkan intergrasi antarmoda transportasi baik bus Transjakarta, KRL Jabodetabek, bila perlu dengan angkutan laut bahkan pesawat terbang di dua bandara yaitu Bandara Soekaro-Hatta, Banten dan Bandara Halm Perdanakusuma Jakarta Timur.

Diakui Nurhadi memang bukan pekerjaan mudah mengintegrasika angkutan umum di Jakarta. Banyak kepentingan serta kepentingan dan kebutuhan yang berbeda-beda di masyarakat. “Tapi, mengacu pada pengalaman SIngapura, Jepang dan Negara maju lainnya bisa mengintegrasikan transportasi umum itu. Lantas mengapa kita tidak,” tanya dia diplomatis.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari