Angkasa Pura 2

Penolakan BUMN Khusus Pengganti SKK Migas Makin Luas

EnergiJumat, 12 Juni 2015
Ugan Gandarr

JAKARTA (beritatrans.com) -Penolakan wacana pembentukan BUMN khusus migas sebagai pengganti Sataun Kerja Khusus Migas (SKK Migas) makin bulan. Setelah anggpota DPR dari Nasdem Dr.Kurtibi yang menolak keras, ide pembentukan BUMN khusus itu, pengamat migas Marwan Batubara juga emnyampaikan hal serupa.

“Sebaiknya pemerintah memperkuat PT Pertamina dan tidak membentuk BUMN khusus yang menggantikan peran SKK Migas di sektor hulu migas di Tanah Air,” kata Marwan dalam diskusi mengenai migas di Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Pertamina sebagai BUMN Migas sudah cukup bagus, dan kinerjanya perlu diperkuat. Rasanya tak poerlu membentuk BUMN khusus apalagi yang peran dan fungsinya bertabrakan dengan Pertamina. “Hal itu bisa kontraproduktif dan merugikan kita semua sebagai bangsa,” kilah Marwan yang juga mantan anggota DPD RI itu.

Sementara, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar meminta Pemerintah dan Parlemen lebih memilih melebur fungsi SKK Migas ke PT Pertamina (Persero) ketimbang menjadikan kelembagaan SKK Migas menjadi Badan Usaha Milik Negara Khusus (BUMNK).

“Kembali ke awal, bahwa sebenarnya Pertamina ini kan perusahaan negara, yang harus kita jaga sama-sama, dan ini perusahaan yang strategis. Harus dapat perlindungan, harus ada privilege, karena sudah 50 tahun kita ini mendapatkan penugasan-penugasan dari Pemerintah. Bukan baru kemarin,” ujar Ugan saat ditemui di kompleks gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Diakuinya, wacana untuk menjadikan SKK Migas sebagai BUMNK yang nantinya akan menjadi kompetitor Pertamina, telah mengganggu para pekerja Pertamina.

“Ini kan sebenarnya pemborosan aset negara. Kenapa kita tidak optimalkan keberadaan dari Pertamina yang sudah punya pengalaman, kita infrastruktur sudah punya semua, orang sudah lengkap semua. Kalau ada perubahan seperti itu, lebih bagus berikan saja ke Pertamina, digabung ke Pertamina untuk memperkuat Pertamina. Itu akan lebih tepat, ini sudah menjadi situasi yang tidak kondusif,” tegas Ugan.(helmi)

loading...