Angkasa Pura 2

Rencana Ahok Membangun Transportasi Umum Kota Jakarta

KoridorJumat, 12 Juni 2015
ahok dki

JAKARTA (beritatrans.com) -Kota Jakarta adalah daerah istimewa. Membutuhkan pemikiran khusus demi menyelesaikan tumpukan masalah di ibu kota Indonesia ini. Kota Jakarta juga harus didukung system transportasi yang baik, modern dan terintegrasi sehingga tidak terus-terusan macet seperti sekarang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam pembukaan konferensi tingkat tinggi mengenai masa depan perkotaan di Jakarta, kemarin.

Sejumlah tantangan membekap metropolis yang dihuni 10 juta orang: kemacetan tak kunjung surut, minimnya perumahan dan ruang terbuka hijau, buruknya sanitasi, serta akses air bersih yang tak memadai. Ahok–demikian sang gubernur biasa disapa–memiliki beberapa rencana untuk menangani problem menahun itu.

Ia telah mulai memangkas jumlah PNS di pemerintahan daerah, menciptakan sistem penganggaran secara daring (e-budgeting) demi meningkatkan transparansi, serta melarang penggunaan motor di sejumlah lajur jalan.
Ia memanfaatkan Google Maps dan Waze untuk memonitor dan menelusuri pelbagai hal dan mengampanyekan transaksi nontunai demi menurunkan tingkat korupsi.

Ahok juga berupaya memperbaiki keselamatan–terutama bagi perempuan–terutama lewat sejumlah aplikasi mobile yang populer di negara lain seperti SafetiPin di India.

Jakarta tahun ini terpilih sebagai tuan rumah New Cities Summit karena mewakili beberapa tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pusat-pusat perkotaan bertumbuh, ujar penyelenggara KTT.

Berikut empat hal yang direncanakan Ahok untuk menyiasati masalah Jakarta.

Pembangunan taman
Pemerintah DKI Jakarta bermaksud memperluas ruang terbuka hijau di Jakarta dari 10% menjadi 30% dari wilayah kota dalam beberapa tahun mendatang. Ahok tidak saja akan mengembangkan taman dan daerah hijau, tapi memancing warga untuk berbondong-bondong mendatanginya.

Sejauh ini, Jakarta telah merealisasikan enam taman dan berencana mewujudkan 54 taman lain pada akhir tahun. Pada 2016, 150 taman tambahan akan diupayakan. Menurutnya, taman dapat dilengkapi dengan perpustakaan, klub perempuan, lapangan bulu tangkis, atau pojok musik.

Bus Kualitas Prima
Januari lalu, Jakarta membentuk PT Transportasi Jakarta yang mengambil alih operasional TransJakarta dari badan perhubungan kota. Saat ini, Jakarta tidak memiliki angkutan umum massal mumpuni, dan permintaan akan bus umum miliknya pun meledak.

Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan penumpang TransJakarta kian mengerucut pada lamanya waktu tunggu serta banyaknya jumlah bus rusak. Juli tahun ini, 20 bus Scania dari Swedia akan didatangkan. “Kami ingin bus nomor satu” demi menjamin keawetan, ujar Ahok. “Kami tak punya cukup uang untuk membeli unit lain jika terjadi kerusakan.”

Manajemen Pengawasan
Demi meningkatkan kualitas layanan publik, pemerintah Jakarta menggunakan pelbagai aplikasi teknologi seperti Qlue, yang memungkinkan pengguna melaporkan insiden seperti banjir atau kebakaran, serta CROP, aplikasi yang memungkinkan pihak berwewenang bereaksi terhadap laporan.

Langkah itu adalah bagian dari program “Smart City” yang diluncurkan akhir tahun lalu, yang menyertakan penggunaan CCTV. Ahok mengatakan 6000 kamera pengawas akan dipasang di sekujur kota pada 2016.

Solusi Nontunai untuk menghapus permukiman kumuh
Badan perumahan Jakarta telah memiliki target untuk membangun 50.000 unit hunian murah pada 2017. Sejauh ini, 6000 unit telah terisi dengan warga pindahan dari kawasan kumuh. Rumah susun yang ditawarkan tidak berbayar; penghuni hanya perlu membayar uang jasa harian.

Masalahnya, pemilik kadang menyewakannya untuk menangguk untung. Solusinya, ujarnya, adalah mengaitkan alamat tinggal dengan rekening bank. Saat warga pindah ke rumah susun, mereka harus membuka rekening agar dapat membayar biaya layanan. Kartu ATM pun menjadi kartu identitas.(hel/wsj)

loading...