Angkasa Pura 2

Bandara Internasional Kualanamu Raih Sertifikasi Bintang 4 Skytrax

BandaraJumat, 19 Juni 2015
kualanamu3

TANGERANG (beritatrans.com) – Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara, meraih sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap standar dari pelayanan dan produk yang berhubungan langsung dengan konsumen.

“Aspek-aspek yang termasuk penilaian adalah fasilitas terminal, kenyamanan terminal, layanan transit, area perbelanjaan, restoran, kafe dan bar, layanan dan fasilitas bagi penumpang berangkat serta datang, layanan imigrasi, pemeriksaan keamanaan, dan transportasi darat,” kata Head of Corporate Secretary & Legall PT Angkasa Pura III Agus Haryadi, Jumat (19/6/2015).

Menurutnyam sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax ini sekaligus membuat Bandara Internasional Kualanamu sejajar dengan bandara lain yang ada di kategori tersebut yakni antara lain Abu Dhabi International Airport di UEA, Charles De Gaulle di Paris, Prancis, Schipol Airport di Amsterdam, Belanda, dan Heathrow Airport di London, Inggris.

“Hasil yang diraih Bandara Internasional Kualanamu ini mampu melampaui Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini bersertifikasi Bintang 3 Skytrax,” jelas Agus lagi.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, “Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan standar tinggi di bidang pelayanan konsumen di seluruh bandara di bawah PT Angkasa Pura II (Persero) termasuk Bandara Internasional Kualanamu,” kata dia.

“Sertifikasi Bintang 4 yang diberikan Skytrax kepada Bandara Internasional Kualanamu ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada kami selaku operator bandara. Seperti kita ketahui, Skytrax adalah lembaga berbasis di Inggris yang telah diakui kompetensinya di bidang aviasi oleh industriawan global,” jelas Budi Karya.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Kualanamu diresmikan pada 27 Maret 2014 dan merupakan bandara termodern di Indonesia saat ini, dilengkapi fasilitas canggih penanganan bagasi yakni integrated baggage handling screening system (IBHSS) dengan tingkat pendeteksi keamanan tertinggi.

“Diimplementasikannya IBHSS memungkinkan bandara ini menerapkan sistem terbuka untuk pendaftaran penumpang atau check-in seperti antara lain Bandara Internasional Changi di Singapura,” papar Budi Karya.

Dia menambahkan, Bandara Internasional Kualanamu saat ini juga merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jaringan kereta guna memberikan alternatif moda transportasi bagi pengunjung atau penumpang pesawat.(helmi)