Angkasa Pura 2

DAMRI Siapkan Teknisi Andal Sepanjang Jalur Mudik Lebaran

KoridorJumat, 19 Juni 2015
Bus Damri

JAKARTA (beritatrans.com) -Manajemen Perum DAMRI menyiapkan teknisi andal di sejumlah titik selama arus mudik Lebaran 2015. Jalur mudik tujuan Jawa Tengah dan Yogyakarta baik di ruas tol Cipali atau jalur Pantura Jawa semua dijaga.

“Mereka teknisi andal dan disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bus-bus yang beroperasi ada masalah di jalan,” kata Direktur Teknik Perum DAMRI Bagus Wisanggeni kepada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (19/6/2015).

“Mereka sudah siap di lapangan sebelum arus mudik Lebaran terjadi. Sebelum H-7 Lebaran mereka sudah disebar ke lapangan,” sebut dia.
Beberapa titik yang disiapkan dan dijaga petugas teknik DAMRI antara lain di Cikopo, Losarang, Indramayu sampai Cirebon dan Jawa Tengah.

“Untuk ruas tol Cipali para teknisi disiapkan mulai Cikopo, Subang, Jatiwangi, Palimanan, Kanci dan Pejagan,” jelas Bagus lagi.

Menghadapi arus mudik 2015, lanjut dia, DAMRI siap mengoperasikan 636 unit bus. Mereka akan melayani berbagai trayek untama seperti Jakarta-Wonosobo, Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Solo, Jakarta-Pacitan, Jakarta-Ponorogo, bahkan sampai Surabaya dan Malang.
“Selain kesiapan bus, para teknisi juga disiapkan sepanjang jalur mudik. Jika terjadi masalah, bisa langsung digerakkan untuk mengatasi masalah yang terjadi,” papar Bagus.

Kendati tol Cipali sudah dioperasikan, menurut Bagus, pihaknya tetap akan beroperasi melalui jalur Pantura Jawa Barat. “Untuk bus yang sudah “tua” akan tetap melalui jalur Pantura Jawa Barat. Selain itu konsumen di jalur tersebut harus dipastikan tetap dilayani dengan baik,” terang Bagus.

Sementara, untuk bus yang melintasi jalur tol Cipali diprioritaskan bus-bus yang masih baru dan dalam kondisi prima. “Kita perlu pastikan bus yang melintai tol Cipali dalam kondisi prima,” urai dia.

Selain itu, Bagus menambahkan seluruh pengemudi DAMRI diminta tetap waspada dan hati-hati di jalan. Jaga kesehatan dan tidak mengonsumsi miras dan narkoba.

“Harus hati-hati. Ikuti kemauan dan kemampuan bus, jangan maunya pengemudi. Dengan begitu, mereka tidak akan memacu kendaraan semaunya sendiri bahkan membahayakan keselamatan di jalan,” tegas Bagus.(helmi/awe)

loading...