Angkasa Pura 2

8 Bajak Laut Kapal Tanker Orkim Harmony Dibekuk

DermagaSabtu, 20 Juni 2015
tmp_16943-IMG_20150619_120210-1525161486

KUALA LUMPUR (beritatrana.com) – Delapan perompak yang membajak kapal tanker minyak berbendera Malaysia, MT Orkim Harmony, telah ditangkap, Jumat (19/6/2015). Kapal tanker seberat 7.300 ton tersebut membawa sekitar 50.000 barel bensin RON95, ketika dibajak pada 11 Juni 2015, di lepas pantai Malaysia.

Para perompak ditangkap di pulau Tho Chu dekat perairan Vietnam. Mereka berada di bawah tahanan pihak berwenang Vietnam dan akan diserahkan ke otoritas Malaysia dalam waktu dekat.

Sebelumnya, para perompak melarikan diri dari kapal yang telah memiliki cat dan nama yang baru yaitu Kim Harmon. Mereka melarikan diri dengan menggunakan kapal lainnya.

Dari 22 anggota awak Harmony Orkim semua berada dalam keadaan aman kecuali seorang juru masak yang berkewarganegaraan Indonesia. Ia sempat ditembak oleh perampok di bagian pahannya. Saat ini ia dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di rumah sakit

Sebelum penangkapan terjadi satu kapal Angkatan Laut Malaysia membuntuti kapal minyak Orkim Harmony yang dibajak oleh sejumlah perompak di lepas pantai Singapura, Kamis (11/6) pekan lalu.

Angkatan Laut Malaysia mengerahkan kapal KD Terengganu dan petugas menjalin komunikasi dengan nakhoda kapal melalui radio pada Kamis (18/6/2015).

Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, mengatakan, jumlah komplotan yang sudah terlihat di kapal ada sekitar delapan orang. Namun, nakhoda tidak membolehkan kapal Angkatan Laut Malaysia mendekat.

Dikatakan, mereka antara lain bersenjata parang dan senapan. Dalam pernyataannya, Tan Sri Abdul Aziz Jaafar menuturkan, perompak berbicara dalam bahasa Melayu dengan aksen Indonesia. Adapun tulisan nama kapal telah diubah menjadi Kim Harmon.

Menurut Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Datuk Ahmad Puzi Abdul Kahar, kasus ini bukan pembajakan, melainkan perampokan karena pelaku tidak mengajukan tuntutan tebusan, tetapi ingin menguasai kargo yang diangkut kapal.

Kapal mengangkut 6.000 ton minyak RON95 petrol serta 22 anak buah kapal yang terdiri dari 16 warga Malaysia, lima warga Indonesia, dan seorang warga Myanmar. Lokasi kapal sekarang berada di wilayah perairan Vietnam. Peristiwa itu merupakan perompakan kelima tahun ini yang terjadi di kawasan tersebut.

Sementara itu Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan kapal yang mengangkut beberapa orang ABK, termasuk lima warga Indonesia (WNI) itu saat ini sudah diamankan.

“Saat ini kapal sudah dikuasai oleh Malaysian Navy dan semua dilaporkan dalam keadaan safe, kecuali koki (Indonesian) terluka tembak di bagian paha saat perompak berusaha menguasai kapal di awal kejadian,” kata Iqbal dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkatnya, Jumat (19/6/2015).

Diungkapkan Iqbal, koki bernama Mawit Matin itu kini telah diterbangkan ke Kota Bharu dengan helikopter, usai kapal dikuasai. Dalam keadaan sadar dan stabil, awak kapal itu dikirim ke sana untuk menjalani proses pengobatan.

Sementara crew lainnya sudah berada dalam kapal perang Malaysia dan menuju ke Kuantan untuk proses evakuasi lebih lanjut. Iqbal mengatakan mereka akan tiba di Kuantan pada 20 Juni 2015 pukul 02:30 dinihari.

Agen sudah menginformasikan hal ini ke seluruh keluarga crew dan sedang dalam pengurusan keberangkatan keluarga koki Mawit Matin ke Kuala Lumpur dan diharapkan besok 20 Juni sudah tiba di Kuala Lumpur,” kata Iqbal.

Sebelumnya, pada 17 Juni, koordinat kapal Orkim telah ditemukan pada pukul 15.46 WIB di posisi 09 21′ N.102 44′E oleh pesawat P3C Orion yang berangkat dari Butterworth Malaysia. Cat kapal dan nama kapal telah dimodifikasi menjadi KIM HARMON. Dilaporkan perompak berjumlah +/-8 orang dengan bersenjatakan 2 hand gun dan parang.

Untuk menguasai kapal tersebut, kapal tentara laut malaysia membuntuti tanker tersebut dengan jarak +/-10 km sambil bernegosiasi dengan perompak.(kcm)