Angkasa Pura 2

8 WNI Tersangka Perompak Kapal Tanker Ditahan

DermagaMinggu, 21 Juni 2015
tmp_6247-Rescue Boat Kapal MT. Orkim Harmony950486609

HANOI (beritatrans.com) – Media pemerintah Vietnam pada Minggu (21/6), melaporkan, delapan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tersangka pembajakan sebuah kapal tanker asal Malaysia, membawa uang dalam jumlah besar ketika ditangkap.

Kelompok ini ditahan pada Jumat (19/6) setelah ditarik ke barat daya pulau Tho Chu Vietnam dalam sekoci dan mengaku telah mengalami kecelakaan di laut.

Pada hari yang sama, pihak berwenang Malaysia mengatakan delapan orang yang telah membajak kapal MT Orkim Harmony seminggu sebelumnya telah berhasil lolos dari kapal perang dengan melarikan diri dalam sekoci di tengah kegelapan.

Pembajakan Kapal MT Orkim Harmony adalah kasus terbaru yang dilakukan perompak semakin meningkatnya pembajakan laut di Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir yang biasanya menargetkan tanker kecil yang membawa bensin, diesel, atau minyak gas.

VNExpress menyebutkan, kedelapan WNI itu berusia 19-61 tahun dan tidak bisa menjelaskan asal-usul uang berjumlah banyak (jumlah dan mata uangnya tidak disebutkan) yang mereka bawa dan puluhan telepon yang ada bersama mereka.

“Tersangka ini sangat keras kepala, menolak untuk bekerja sama. Mereka profesional dan sangat tenang,” ucap Letnan Do Van Toan dari Polisi Kelautan Vietnam.

Polisi laut lainnya, Kolonel Le Van Minh, mengatakan penyidik memiliki cukup bukti untuk menangkap delapan tersangka itu. “Vietnam secara aktif bekerja sama dengan Malaysia dalam kasus itu. Intinya adalah bagaimana membuat mereka mengakui kejahatan mereka,” tambahnya.

Kantor berita nasional Antara mengatakan, pemerintah Indonesia di Jakarta telah memerintahkan kedutaannya di Hanoi untuk mengetahui kewarganegaraan orang-orang tersebut.

Kapal MT Orkim Harmony, membawa sekitar 6.000 ton bensin senilai sekitar US$ 5,6 juta dan menghilang pada 11 Juni dengan rute dari pantai barat Malaysia ke pelabuhan Kuantan di pantai timur.

“Sebanyak 22 awak kapal selamat kecuali seorang pelaut Indonesia yang terluka karena terkena luka tembak di paha. Saat ini sedang dirawat,” ucap angkatan laut Malaysia pada Jumat lalu.

Para perompak berhasil kabur dengan menyuruh kapal angkatan laut untuk berada setidaknya lima mil laut dari kapal atau awak akan menjadi korban.

Biro Maritim Internasional yang berbasis di London telah berulang kali memperingatkan bahwa perairan Asia Tenggara sekarang paling rawan pembajakan di dunia, menyerukan tindakan tegas oleh pemerintah regional untuk mencegah situasi menjadi tidak terkendali. (tiefa).

loading...