Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi Larang Impor Kapal

DermagaMinggu, 21 Juni 2015
tmp_6247-ke-batam-jokowi-dialog-dengan-pengusaha-galangan-kapal-DSQMBsU5DI-761588637

BATAM (beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat tak percaya bahwa Indonesia sudah punya ratusan industri galangan kapal atau pabrik pembuat kapal laut hingga 250 galangan kapal, termasuk 104 galangan ada di Batam.

Setelah mengetahui ini, Jokowi akan mengumpulkan dan memerintahkan kementerian/lembaga termasuk BUMN yang biasa membutuhkan kapal agar lebih mengutamakan produk kapal buatan dalam negeri. Selama ini beberapa kementerian seperti pertahanan dan perhubungan rutin membutuhkan kapal setiap tahun.

Presiden Joko Widodo menyatakan akan melarang impor kapal karena industri galangan kapal dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan.

“Tidak boleh lagi pesan ke luar, buat apa pesan ke luar negeri kalau dalam negeri bisa bikin,” kata Presiden Jokowi dalam silahturahim dan dialog dengan pelaku industri galangan kapal di PT Anggrek Hitam di Batam Kepri, Minggu (21/6/2015).

Presiden mengatakan, setelah meninjau industri galangan kapal di Batam, dirinya menjadi terbuka bahwa dalam negeri mampu membangun kapal sendiri.

“Saya nanti akan minta ‘list’ kebutuhan kapal oleh BUMN, kementerian, dan lembaga,” katanya.

Ia menyebutkan PT Anggrek Hitam sebagai perusahaan galangan kapal misalnya, mampu membangun semua jenis kapal, antara lain kapal penumpang, roro, kargo, dan tanker.

“Kita bisa membangunnya sendiri,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya target membentuk poros maritim melalui tol laut sehingga ada konektivitas maka industri galangan kapal di Indonesia harus mendapatkan perhatian secaraq serius.

“Di Batam ada 104 perusahaan galangan kapal. Setelah pulang dari sini, saya akan kumpulkan BUMN, Kemenhan, Kemenhub, Kemen KKP, Pertamina, PN Gas, dan tidak boleh lagi pesan ke luar,” katanya.

Ia menyebutkan kandungan lokal produk dalam negeri mungkin masih sekitar 40 persen, namun ia optimistis secara bertahap akan meningkat.

“Waktu ke Korea saya kagum, di sini lebih kagum, ternyata di sini juga bisa, industri ini bisa buat tanker 17.500 DWT, saya tidak ragu lagi,” katanya.

JEBOL
“Saya akan kumpulkan dulu dan saya akan sampaikan tidak boleh lagi pesan ke luar. Ngapain wong kita di sini bisa, apa gitu loh, neraca perdangan kita semakin jebol kalau kita terus terusan kayak gitu (impor kapal),” kata Jokowi.

Jokowi didampingi oleh Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Wagub Kepulauan Riau HM Soerya Respationo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Mensos Khofifah Indar Parawansa. (anky).

loading...