Angkasa Pura 2

Lima Perompak Kapal Tanker Orkim Harmony Buron Ke Batam

DermagaRabu, 24 Juni 2015
tmp_6247-Rescue Boat Kapal MT. Orkim Harmony950486609

Daftar otak pelaku pembajakan kapal tanker Malaysia, makin mengerucut. Pihak Malaysia mengaku sudah memiliki identitas dari para pelaku pelaku.

Deputi Direktur Jenderal Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Ahmad Puzi mengatakan, mereka sudah memegang beberapa nama otak pembajakan pada 11 Juni 2015 itu.

“Ini bukan kasus pertama, ada beberapa kasus sebelumnya. Kami sudah menyortir identitas tersangka,” ujar Puzi, seperti dikutip The Star, Rabu (24/6/2015).

“Bagi kami, ini adalah sebuah teka teki yang harus dipecah dan harus menyertakan bukti kuat,” ujarnya.

Pihak Malaysia menyebutkan 13 orang terlibat dalam pembajakan kapal bernama Orkim Harmony. Delapan dari pelaku pembajakan saat ini sudah ditangkap di Vietnam, sementara lima lainnya dikabarkan buron ke Batam dengan menggunakan kapal jenis tugboat.

“Kami sudah melakukan kontak dengan pihak berwenang Indonesia untuk mencari lima pelaku pembajakan lainnya,” sebut Puzi.

Sementara untuk delapan pelaku yang saat ini berada di Vietnam, sudah mengaku keterlibatannya dalam pembajakan itu. Malaysia pun mendesak agar Vietnam mengekstradisi delapan pelaku yang diketahui sebagai warga negara Indonesia (WNI) itu.

Penyelidikan yang dilakukan pihak Vietnam menemukan bahwa kedelapan orang pelaku memiliki pengalaman dalam melakukan perampokan di laut. Mereka juga berpengalaman menangani kapal.

Ketika ditangkap, berbagai macam alat komunikasi ditemukan termasuk peralatan komunikasi satelit. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah perampok profesional.

“Penyelidikan MMEA dilakukan kepada awak Orkim Harmony yang selamat menemukan bahwa, salah satu pembajak bernama Ruslan sering berbicara dalam bahasa Inggris. Ruslan diyakini sebagai pimpinan pembajakan,” jelas Puzi.

Kapal MT Orkim Harmony dilaporkan hilang pada 11 Juni 2015 lalu. Kapal itu membawa bahan bakar RON95. Ketika dibajak kapal membawa 22 anak buah kapal, 16 dari Malaysia, lima ABK WNI dan satu orang warga Myanmar. (ani).

loading...