Angkasa Pura 2

Terkait Kasus Dahlan, 9 Mobil Listrik Dasep Ahmadi Disita Kejaksaan Agung

Koridor KPK OtomotifRabu, 24 Juni 2015
Mbl listrik dasep

DEPOK (beritatrans.com) -Sembilan mobil listrik buatan pabrik PT Sarimas Ahmadi Pratama milik Dasep Ahmadi di Kampung Sawah, Jatimulya, Depok disita aparat dari Kejaksaan Agung RI. Mobil tersebut diduga terlibat dalam korupsi yang menjerat Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sebagian mobilb sudah diserahkan ke beberapa perguruan tinggi ternama di Tanah Air.

Saat itu, Dahlan gencar mengembangkan proyek mobil listrik dan meminta Dasep Ahmadi untuk membuat mobil listrik.

Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung menyegel sembilan unit mobil listrik buatan Dasep. Ketua Tim Penyidikan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung Victor Antonius mengatakan pihaknya menyita 9 dari 16 unit mobil listrik yang dipesan untuk penyelenggaraan APEC 2013.

“Kesembilan unit mobil yang disita terdiri atas tujuh mikrobus dan satu kendaraan eksekutif di pabrik mobil listrik yang berada di Pondok Rajeg Cibinong, Kabupaten Bogor, dan satu unit kendaraan eksekutif di pabrik di Kampung Sawah, Cilodong Depok,” katanya di lokasi, Selasa 23 Juni 2015.

Pertamina memesan enam executive car yang saat ini sudah disumbangkan ke enam universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Riau, dan Universitas Gadjah Mada. Executive Car tersebut terlihat di Fakultas Teknik UI.

“Iya ini mobil merek Alphard buatan Dasep diserahkan ke UI kira-kira Akhir Desember 2014. Mesinnya sudah siap pakai,” ujar Mekanik Laboratorium Otomotif FTUI, Supri.

Namun, Supri tidak mengetahui adanya keterkaitan mobil tersebut dengan kasus Dahlan Iskan. Saat diberikaan kepada UI, mobil tersebut masih belum sempurna.

“Wah kalau soal kasus itu urusan petinggi-petinggi saya enggak mengerti. Hanya mekanik saja, paling panasin mobil tidak dipakai untuk umum atau dosen sebagai contoh,” ungkapnya.

Supri menjelaskan selain mobil tersebut, ada pula bus listrik buatan Dasep yang diparkir di FTUI. Kelebihannya, kata dia, tentu tidak menggunakan bahan bakar tetapi memakai listrik.

“Mobil enggak pakai bahan bakar, cuma pakai listrik. Datang ke sini pun karena rusak saya betulin, awalnya enggak bisa mundur. Masih ada kekurangan seringkali diuji coba. Kalau soal disita saya belum tahu, belum ada yang datang menyita,” tuturnya.(hel/okz)

loading...