Angkasa Pura 2

YLKI: Masalah Taksi Gelap dan Parkir Paling Banyak Diadukan Konsumen Bandara Soetta

BandaraJumat, 26 Juni 2015
IMG_20150626_145616_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengelolaan transportasi darat dan parkir menjadi masalah yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dan diadukan ke YLKI Jakarta. Hal itu terungkap dalam Bulan Pengaduan Konsumen Bandara Soetta yang dibuka YLKI.

“Kedua hal itu menduduki peringkat kedua terbesar, yairu 30 kasus dan 21 kasus,” kata Koordinator Bidang Pengaduan YLKI Sularsi, pada acara Forum Dialog Konsumen Bandara di Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Selama YLKI nmembuka Bulan Pengaduan Konsumen Bandara Soekarno-Hatta, periode Mei 2015. “Selama bulan pengaduan, ada 245 aduan, yang disampaikan melalui face book, twetter, whatapps, email dan lainnya,” jelas Sularsi lagi.

Menurutnya, pengelolaan transportasi antara lain masih ada taksi gelap 55%, kesulitan akses tak resmi 14%, serta taksi tak berargo.

Sementara, terkait masalah parkir, papar YLKI yang paling banyak dikeluhkan antara lain antrean panjang saat masuk dan keluar 38%, parkir liar 19%, dan parkir mahal sebesar 10%.

Dari hasil penjaringan yang dilakukan YKLI, menurut Sularsi, ada 10 besar kasus yang diadukan konsumen ke YLKI.
Masalah tersebut adalah pengelolaan transportasi 30 kasus, parkir 21 kasus, fasilitas troli 15 kasus, asap rokok di bandara 15 kasus.

Selanjutnya soal toilet 13 kasus, kursi tunggu 12 kasus, petugas tak responsif 11 kasus, bagasi hilang/ rusak 10 kasus, portir nakal 5 kasus, dan calo tiket 7 kasus.

Untuk menyukai masalah tersebut, Ketua Harian YLKI Tulus Abadi meminta ada tindakan tegas dan sinergitas antara lembaga untuk masalah di bandara.

“Dinas Perhubungan Polresta Bandara, Angkasa Pura (AP) II untuk menindak taksi gelap dan parkir liar. Mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan keluhan konsumen,” tegas Tulus.(helmi)