Angkasa Pura 2

Melalui Tol Cipali Jakarta-Semarang Bisa Ditempuh Tujuh Jam

KoridorMinggu, 28 Juni 2015
Cipali Djoko

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengoperasian jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menjanjikan perjalanan yang lebih cepat dan nyaman khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2015 mendatang. Perjalanan makin cepat, dan kepadatan di ruas pantura Jawa akan berkurang.

“Perjalanan mudik Lebaran 2015 akan lebih cepat dan kepadatan saat puncak arus mudik pasti akan menurun. Paling tidak tak sepadat tahun sebelumnya saat semua kendaraan terpusat di jalur pantura, jalur tengah dan jalur selatan Jawa,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT kepada beritatrans.com di Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Pengalaman dia dalam perjalanan dari Jakarta ke Semarang akhir pekan lalu, bisa ditempuh selama tujuh jam, nonstop. Jika kondisi pengemudi prima, perjalanan menuju Semarang melalui tol dan berlanjut ke panturan Jawa Tengah bisa ditempuh selama tujuh jam. ”Ini satu penghematan waktu karena biasanya butuh sampai 10 jam bahkan lebih jika jalanan macet,” jelas Djoko lagi.

Dengan beroperasinya tol Cipali, perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah khususnya Brebes bisa ditempuh semakin cepat melalui jalan tol. Sementara, jalur utama pantura serta jalur tengah Jawa Barat masih tetap digunakan. “Jadi, makin banyak pilihan bagi warga masyarakat yang akan pulang mudik saat Lebaran nanti,” papar Djoko.

Ketua MTI Jawa Tengah itu menambahkan, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat khususnya yang akan melintas di Tol Cipali adalah tetap hati-hati berkendara, jaga kesehatan dan kondisi tubuh tetap prima.

“Selain itu, perlu penambahan rambu-rambu lalu lintas serta penyempurnaan rest area khususnya di ruas tol. Jika pengemudi sudah lelah, bisa istirahat dan tidak memaksakan jalan sehingga justru membayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” teran Djoko.

Akademisi asal Semaran ini menambahkan, yang paling berbahaya dan harus diwaspadai selama melaju di jalan tol Cipali adalah kondisi spikologis pengemudi sendiri.

”Jangan sampai eforia yang kebablasan, sehingga justru lengah melaju di jalan tol yang mulus dan panjang. Jangan sampai lepas kendali bahkan memacu kendaraan dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Itu yang justru berbahaya,” sebut Djoko.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, sejak dibuka tol Cipali sudah terjadi kasus kecelakaan sampai 30 kasus, dengan korban 3 orang meninggal dunia.

“Artinya masyarakat pengguna jalan tol Cipali harus hati-hati, jangan memacu kecepatan kendaraan melebihi batas sehingga membahayakan keselamatan di jalan raya,” pesan Condro Kirono.

Banyak faktor menjadi penyebab kecelakaan khususnya di tol Cipali, mulai lelah, mengantuk, rambu-rambu dan penerangan jalan kurang. Selain itu, juga kondisi psikologis pengemudi sehingga sering leps kontrol saat melaju di jalan tol.

“Selama semua bisa dikendalikan dengan baik dan tetap menjaga kesehatan pengemudi, akan tetap aman berkendara di jalan Tol Cipali,” tegas Condro Kirono.(helmi)

loading...