Angkasa Pura 2

Seleksi Tahap Kedua Sipencatar BPSDM Perhubungan Mulai 2 Juli 2015

SDMMinggu, 28 Juni 2015
Tommy dan pelaut

JAKARTA (beritatrans.com) – Tes potensi akademik (TPA) dalam seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) Badan Pengembangan SDM Perhubungan sudah diumumkan Jumat (26/6/2015). Ribuan peserta dinyatakan lulus tes TPA dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua, yang akan dilaksanakan tanggal 2-15 Juli 2015.

Test ahap kedua sipencatar BPSDM Perhubungan akan digelar di masing-masing kampus, sesuai program studi (prodi) dan kampus pilihan masing-masing calon. Tes tahap kedua ini meliputi tes kesehatan, wawancara, tes psikologi dan kesamaptaan. Saat ini, BPSDM Perhubungan mempunyai 24 unit pelaksana teknis (UPT) bidang pendidikan yang tersebar dari Aceh sampai Papua.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si mengatakan, tes tahap kedua akan langsung digelar di masing-masing kampus. “Nanti ada panitia lokal yang langsung menangani dan hasilnya dilaporkan ke BPSDM Perhubungan di Jakarta,” kata Tommy menjawab beritatrans.com di Jakarta akhir pekan lalu.

Dia berpesan, kepada seluruh calon taruna yang lolos TPA untuk mempersiapkan diri, menjaga kondisi fisik karena mereka akan menjalani tes kesehatan dan kesamaptaan. Selain itu, tes wawancara dan tes psikologi sekalipun tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima.

“Makan dengan asupan menu bergizi, menjaga waktu istirahat dan tidur secara seimbang, karena tes akan dilakukan selama bulan Ramadhan. Jangan sampai mengonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang, karena pasti akan ketahuan. Semua itu praktis membutuhkan kesiapan dan kondisi fisik yang prima,” tandas Tommy.

Selanjutnya, untuk tetap mempersiapkan diri, menambah wawasan dan pengetahuan terkait prodi yang dipilih sehingga tidak gagap saat menghadapi wawancara. “Semua harus dihadapi dengan kesiapan penuh, mesti jangan sampai over estimate karena justru akan menjerumuskan si calon itu sendiri,” pesan Tommy.

Tommy menambhakan, pada tahun ajran 2015 ini BPSDM Perhubungan akan menerima 2.850 taruna dan taruni dari seluruh moda, baik taruna transportasi darat, laut, udara serta kereta api (KA). “Seluruh calon taruna yang diterima harus dipastikan putra Indonesia yang terbaik dan memenuhi syarat yang ditetapkan panitia seleksi. Proses seleksi sendiri akan dilakukan secara terbuka, transparan dan professional,” terang Tommy.(helmi)