Angkasa Pura 2

26 Marine Inspector Radio Kelar Ikuti Diklat Di BPPTL Jakarta

Dermaga SDMSelasa, 30 Juni 2015
BPPTL Wisuda1

JAKARTA (beritatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) menggelar penutupan Diklat Marine Inspector Radio tahun 2015. Acara penutupan diklat dilakukan di Aula BPPTL Jakarta yang dipimpin langsung oleh Kapusbang SDM Perhubungan Laut Drs. Ridwan Setiawan, M.Mar.E didampingi Kepala BPPTL Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Mar di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Mashudi Rofik dalam laporannya menyatakan, Diklat Marine Inspektor Radio ini diikuti 26 siswa yang datang dari seluruh Indonesia. Peserta kebanyakan dari Direktorat Navigasi Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan seluruh Indonesia. Ada pula beberapa utusan dari Dinas Perhubungan (Dishub) beberapa daerah di Tanah Air.

“Peserta yang paling jauh datang dari Merauke, Papua dan Tual Maluku Tenggara. Mereka mengikuti diklat ini selama 35 hari kerja di bawah pengawasan instruktur andal dan terpercaya yang dilakukan di Kamus BPPTL, Jagakarsa Jakarta Selatan. Setelah penutupan diklat ini, para siswa akan langsung kembali ke tempat kerja dan mengamalkan ilmu dan pengalamannya ke masyarakat,” kata Rofik.

Seperti diketahui, BPPTL adalah lembaga diklat teknis dan fungsional yang kebanyakan calon pejabat teknis Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan serta Dishub di Indonesia.

”Jadi, secara administrasi BPPTL berada di bawah Badan Pengembanan SDM Perhubungan. Tapi, diklat yang ditangani kebanyakan merupakan pesanan atau SDM teknis di Ditjen Perhubungan Laut atau UPT di daerah,” jelas Rofik.

BPPTL Wisuda2

Dalam sambutannya, Kapusbang SDM Perhubungan Laut Drs. Ridwan Setiawan, M.Mar.E meminta seluruh peserta diklat untuk bisa memanfaatkan ilmu dan pengalamannya selama diklat di BPPTL Jakarta untuk kebaikan bangsa dan negara, terutama meningkatkan keselamatan transportasi laut.

“Sebagai marine inspector radio, Anda bertugas memeriksa dan melakukan sertifikasi faslitas dan alat kelengkapan radio di kapal. Radio merupakan salah satu alat keselamatan yang sangat dibutuhkan di kapal terutama saat terjadi kondisi darurat atau cuaca buruk. Saat itulah radio kapal harus berfungsi optimal. Di situ peran seorang marine inspector radio sangat besar,” pesan Ridwan.

Menurutnya, tantangan ke depan khususnya di bidang transportasi laut makin berat dan kompleks. Kondisi itu makin parah sejalan dengan perubahan iklim global yang berpotensi memicu perubahan cuaca ekstrim di tengah laut. Ombak besar, angin dan badai siap menghadang dan mengancam sewaktu-waktu, terutama bagi anak buah kapal (ABK) yang tengah berlayar di tengah laut.

“Dalam kondisi tersebut, seluruh fasilitas iptek seperti radio harus berfungsi optimal. Iptek harus bisa meringankan tugas dan pekerjaan manusia termsuk ABK di kapal. Selanjutnya bisa menekan potensi terjadinya kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa di tengah laut,” tegas Ridwan.(helmi)