Angkasa Pura 2

KAI: Masih Tersisa 926.034 Seat KA Yang Belum Terjual

EmplasemenTuesday, 30 June 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT kereta Api Indonesia (KAI) memastikan, masih ada seat atau kursi kosong untuk arus mudik Lebaran 2015. Tapi khususnya keberangkatan H-8 sampai H-1 Lebaran sudah habis terjual.

Demikian disampaikan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro usai rakor Angkutan Lebaran nasional Tahun 2015 di kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (30/6/2015).

“Sampai posisi Selasa 30 Juni 2015, masih tersisa seat kosong sebanyak 926.034 seat. Seat tersebut tersedia untuk perjalanan dari Jakarta ke berbagai daerah atau sebaliknya tujuan ke Jakarta,” kata Edi lagi.

Oleh karena itu, dia mempersilakan warga masyarakat yang masih membutuhkan jasa angkutan KA untuk menghubungi KAI. Warga masyarakat diminta untuk membeli tiket sesuai kapasitas seat yang masih tersisa. Manajemen KAI sendiri sudah menjual tiket KA sejak H-90, melalui sistem online.

“Jadi, warga masyarakat yang membutuhkan silahkan mengakses online dan lakukan transaksi sendiri. Semua terbuka, trasparan dan tanpa tips,” jelas Edi lagi.

Manajemen KAI sendiri, menurut Edi Sukmoro, siap melayani arus mudik ke berbagai tujuan di Tanah Air dengan sebaik mungkin. “KAI sudah siap bahkan sebelum H-7 Lebaran. Semua sudah siap di lapangan dan konsumen akan dilayani dengan sebaik mungkin,” tandas Edi.

Hanya Satu “KA Lebaran”

Sementara, Dirjen Perkeretapaian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko saat dikonfirmasi beritatrans.com di Jakarta, Selasa (30/6/2015) mengatakan, Pemerintah hanya bisa menyiapkan satu KA tambahan Lebaran, yaitu KA Kutojaya, jurusan Jakarta-Kuoarjo.

“Untuk tahun 2015 ini, kita tak bisa menyediakan KA tambahan Lebaran yang lebih banyak lagi. Pasalnya, KA yang ada sudah dioperasikan semua untuk melayani masyarakat,” kata Hermanto.

Oleh karena itu, Dirjen meminta warga masyarakat sebagai pengguna jasa KA di Tanah Air untuk menggunakan jasa transportasi berbasis rel itu dengan baik, sesuai kapasitas yang tersedia.

“Atas nama keselamatan, Ditjen Perkeretaapian tak memberikan izin kompensasi kepada KAI. BUMN itu hanya diizinkan menjual tiket sesuai kapasitas seat yang ada,” tegas Hermanto.(helmi)