Angkasa Pura 2

Ridwan Setiawan: BPPTL Jakarta Harus Siap Menyongsong Masa Depan

Dermaga SDMTuesday, 30 June 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) sebagai unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan harus siap menyongsong tantangan ke depan yang kian berat. BPPTL harus kreatif dan inovatif menghadapi dinamika yang ebrkembang serta permintaan pengguna jasa di Tanah Air.

“Seluruh lembaga pendidikan di lingkungan BPSDM Perhubungan ditargetkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan siap mengelola anggara dan manajemen pendidikan secara mandiri,” pesan Kepala Pusbang SDM Perhubungan Laut Drs.Ridwan Setiawan, M.Mar.E saat memberikan pengarahan kepada pimpinan dan staf BPPTL di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Menurutnya, dari sisi potensi BPPTL mempunyai banyak peluang dan kesempatan untuk menyiapkan program pendidikan yang lebih baik sesuai dinamika yang berkembang. Dengan program yang baik dan menarik, akan lebih banyak instansi atau aparatur yang menuntut ilmu dan pengalaman di lembaga diklat ini.

“Kalau program pendidikan yang ditawarkan bagus, kualitas oke dan diakui dunia international, tak ada alasan untuk pesimis dan tidak laku. Pendidikan merupakan investasi masa depan akan akan terus dibutuhkan masyarakat,” kata Ridwan.

Kepala Badan Pengambangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si, berulang kali mengamanatkan, ada dua tugas pokok yang perlu dilakukan di lembaga pendidikan sektor transportasi. “Benahi tata kelola dan tingkatkan kualitas lulusan pendidikan. Lembaga pendidikan termasuk BPPTL harus mampu menghasilkan out put pendidikan dengan kualitas yang makin baik dan siap bersaing di era global,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

BPPTL Jkt3

Amanat tersebut sering kali disampaikan Tommy, sapaan akrab Kepala BPSDM Perhubungan untuk meningkatkan semangat dan kinerja anak buah khususnya di lembaga pendidikan yang dikunjungi. “Lembaga pendidikan kedinas di bawah BPSDM Perhubungan harus mampu menghasilkan lulusan yang terbaik dengan kualitas prima, profesional dan ertika yang baik. Tak terkecuali lembaga pendidian seperti BPPTL,” sebut Ridwan lagi.

Untuk bisa menghasilkan lulusan pendidikan yang lebih baik dan andal, Ridwan menambahkan, BPPTL harus memenuhi beberapa syarat. Yaitu adanya in put yang baik. Jadi, BPPTL harus selektif memilih dan menerima calon siswanya. Kedua, proses pendidikan yang baik dan didukung sarana dan infrastruktur baik pula. Ketiga baru bisa lulusan yang berkualitas.

“Selama ketiga komponen itu bisa dipenuhi BPPTL, kita optimis lembaga pendidikan ini akan menjadi lebih baik dan dibutuhkan masyarakat. Apalagi, siswa yang masuk diklat BPPTL adalah mereka calon pejabat fungsional di lingkungan kerja masing-masing baik di Ditjen Perhubungan Laut atau Dinas Perhubungan di daerah,” tandas Ridwan.

Dia menambahkan, tantangan pekerjaan baik di pemerintahan atau industri angkutan laut nasional makin berat. Indonesia memebutuhkan banyak inspektor transportasi laut sesuai ratting dan kualifikasi yang dibutuhkan. “Dengan begitu, maka akan lebih memberikan kepastian hukum serta memungkinkan tegakknya hukum dan aturan keselamatan transportasi laun di Tanah Air,” tegas Ridwan.(helmi)