Angkasa Pura 2

Taruna STTD Lakukan Studi Lapangan Ke PT. MRT Jakarta

Emplasemen Koridor SDMSabtu, 4 Juli 2015
Taruna STTD ke MRT1

JAKARTA (beritatrans.com) -Sebanyak dua puluh tujuh Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi melakukan kunjungan ke kantor dan lokasi proyek PT. MRT Jakarta di daerah Bundaran HI Jakarata, Kamis (3/7/2015). Mereka berkunjung bersama satu dosen dan tiga pendamping taruna kelas 3A Jurusan D.IV Transportasi Darat. Studi lapangan tersebut terkait dengan mata kuliah Perencanaan dan Kebijakan Transportasi II.

Novan Wahyu Hidayat, M.T. selaku dosen mata kuliah mengatakan “Kunjungan ini sangat penting untuk menambah wawasan Taruna, MRT Jakarta adalah yang pertama di Indonesia, jadi ini akan bisa menjadi titik perkembangan transportasi di Indonesia.”

Kedatangan Taruna STTD disambut Bogi Kabag Humas MRT Jakarta di meeting room PT. MRT Jakarta yang terletak di lantai 21 Wisma Nusantara. Selanjutnya diberikan paparan singkat mengenai gambaran umum proyek MRT, profile perusahaan dan lainnya.

Gambaran umum disampaikan Direktur Keuangan dan Administrasi PT. MRT Jakarta Tuhiyat kepada seluruh taruna. Gambaran sekilas profil perusahaan, pembiayaan proyek, rute yang akan dibangun, perkembangan proyek, dan teknik yang dilakukan dalam pembangunan.

“Ini adalah momen yang akan menjadi sejarah transportasi Indonesia. Silahkan diabadikan untuk kenangan di masa yang akan datang”, kata Tuhiyat di sela paparan.

Taruna STTD ke MRT2

Seluruh Taruna sangat antusias dan menyimak dengan baik terbukti dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan para Taruna seusai paparan yang diakhiri dengan saling tukar cindera mata antara STTD dan PT. MRT Jakarta.

Taruna SSTTD terus dibawa ke lokasi pembangunan stasiun bawah tanah yang terletak di depan Wisma Nusantara di daerah Bundaran HI. Sebelum memasuki area proyek seluruh taruna, dosen, dan pendamping diminta untuk menggunakan safety equipment seperti hard hat, rubber boots, dan reflective jackets sebagai alat pelindung diri mengingat banyak peralatan dan material yang berpotensi bahaya pada lokasi proyek.

Setelah menerima pengarahan mengenai prosedur keselamatan, taruna diajak menjelajah bagian atas dan bagian bawah proyek dengan arahan para instruktur. Di lokasi proyek sedang dilakukan pembuatan D-wall sebagai dinding dari stasiun bawah tanah.

Para taruna sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan pengerjaan yang sedang dilakukan, diantaranya adalah mengenai persiapan pengoperasian Tunnel Boring Machine (TBM) yang digunakan untuk membuat terowongan bawah tanah sebagai jalur MRT mulai September 2015 nanti.(Praditya/Shendy/hel)

loading...