Angkasa Pura 2

Sipencatar BPSDM Perhubungan Gelar Psikotes Senin Ini

SDMMinggu, 5 Juli 2015
Tommy2

JAKARTA (beritatrans.com) – Seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) Badan Pengembangan SDM Perhubungan tahap kedua akan dimulai Senin (6/7/2015). Secara serentak, akan dilakukan psikotest kepada seluruh calon taruna yang dinyatakan lolos tes potensi akademik (TPA).

Psikhotest akan dilakukan serentak di 24 kampus BPSDM Perhubungan dan beberapa Dinas Perhubungan yang ditunjuk. Khususnya di wilayah Jabodetabek, psikhotest akan dilakukan di kampus masing-masing, yaitu STIP Jakarta, STPI Curug Tangerang, Banten dan STTD Bekasi Jawa Barat.

Pada tahun akademik 2015/2016 ini, BPSDM Perhubungan akan menerima 2.850 atau sedikit lebih trendah dari proyeksi semula. Mereka para taruna baru dari berbagai moda transportasi yaitu darat, laut, udara dan kereta api (KA). Mereka akan mulai menjalani tes tahap kedua, yang diawali dengan psikhotest, senin besok.

“Psikhotest dimaksudkan untuk mencari calon taruna yang cakap, mempunyai integritas sekaloigus serius ingin menemuki dunia transportasi. Oleh karena itu seleksi sipencatar tahap kedua akan dilakukan lebih serius dan meliputi berbagai materi, mulai psikhotest, tes kesehatan, tes wawancara dan tes kesamaptaan,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si saat dikonfirmasi beritatrans.com di Jakarta, Minggu (5/7/2015).

Pada seleksi tahap kedua ini, lanjut dia, peserta masih harus berjuang untuk menyisihkan peserta lainnya sebelum resmi diterima menjadi taruna BPSDM Perhubungan. Kalau kuota taruna baru yang akan diterima 2.850 orang, berarti saat ini masih ada 5.000 orang lebih yang lolos dan berhak ikut seleksi tahap kedua. Jadi, rationya 1 banding 2.

“Calon taruna ke depan harus benar-benar cerdas, pintar dan berintegritas. Dengan begitu, subsidi yang dikucurkan Pemerintah melalui APBN untuk mendidik mereka menjadi pilot, nakhoda, teknisi kapal dan pesawat serta manager transportasi darat dan kereta api harus benar-benar pilih tanding,” sebut Tommy.

Mereka harus lolos seleksi ekstra ketat yang ditangani panitia independen dan terlatih di bidangnya. Semua proses seleksi dilakukan dengan terbuka dan professional. Peserta yang lolos ditentukan oleh nilai yaitu harus melebihi batas kelulusan atau passing grade yang ditentukan. “Jika nilai calon rendah dan tak memenuhi syarat, akan langsung di drop. Sesuai arahan Menhub Ignasius Jonan, semua calon caruna perhubungan harus dipastikan memenuhi passing grade yang ditentukan,” kata Tommy menirukan.

Berbeda dengan sipencatar tahun sebelumnya, tambah Tommy, mulai tahun ini tes tahap kedua akan diawali dengan psikhotest. Jika calon tidak lulus psikhotest, maka akan langsung di drop dan tak boleh mengikuti test tahap selanjutnya. “Kalau tak lolos psikhotest, akan langsung didrop. Jadi, yang tersaring berikutnya benar-benar taruna pilihan yang siap bersaing dan bekerja keras,” papar mantan Staf Ahli Menhub Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi itu.

Bukan hanya itu, tambah Tommy, pada sipencatar tahun ini tak ada lagi calon titipan. Siapapun dia, jika tak lolos seleksi dan tak memenuhi passing grade yang ditentukan panitia. “Semua nilai hasil psikhotest akan diserahkan Kepala BPSDM Perhubungan untuk ditandatangani dan disahkan. Pada lembar nilai itu diberikan tanda garis pemisah yang lolos dan tidak lolos dan langsung ditandatangani. Artinya, hanya mereka yang memenuhi standar nilai yang akan diterima,” terang dia.

Sipencatar tahun 2015 ini menjadi batu sandungan bagi jajaran BPSDM Perhubungan. Menanggapi masih banyaknya taruna-taruna titipan dan oknum tertentu, menurut Menhub Jonan tetap harus memenuhi standard yang ditentukan.

“Masih adanya taruna titipan, menjadi ujian keseriusan Anda. Sebagai Kepala BPSDM Perhubungan tentu harus memilih yang terbaik dan jangan sampai mengorbankan bangsa dan Negara yang sudah membiayai pendidikan mereka,” tegas Jonan seperti dikutip Tommy.(helmi)