Angkasa Pura 2

Arif Wibowo: Kejadian Luar Biasa, Puluhan Penerbangan Delay Berjam-Jam

KokpitRabu, 8 Juli 2015
Arif Wibowo

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo memiliki cerita sendiri berada langsung dalam “kekacauan” Bandara Soekarno-Hatta akibat kebakaran tersebut. Kasus kebakaran di JW Lounge Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Minggu (5/7/2015) pagi, menyebabkan kerugian yang tak kecil bagi masyarakat pengguna jasa transportasi udara. Akibat kebakaran itu, puluhan penerbangan harus ditunda keberangkatannya berjam-jam.

Saking kacaunya, Arif hanya bisa bilang peristiwa yang terjadi pada minggu pagi itu sebagai peristiwa yang luar biasa. “Kebakaran tersebut mengakibatkan terbakarnya system check in , boarding, load control system, dan conveyor belt. Tidak bisa beroperasi dan mati total,” kata Arif Wibowo di Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Mati totalnya fasilitas bandara tersebut tak ayal membuat Terminal 2 dipenuhi gelombang antrean calon penumpang yang sangat besar. Menurut Arif, ada tiga gelombang besar antrean yaitu mulai dari antrean di jalan sampai ke check in. Gelombang antrean di check in counter, dan backlog antrean di boarding lounge.

Di tengah gelombang antrean itu, Garuda kata Arif melaksanakan prosedur check in pax and baggage secara manual alias dengan ditulis. Proses check in tersebut kata Arif sangat memakan waktu dan menyebabkan penumpukan penumpang semakin menjadi-jadi.

“Proses prosedur manual check in (boarding pass dan bagasi tulis manual) sangat time consuming, karena ada 179 penerbangan di Soetta Airport dengan penumpang yamg di-handle sekitar 30.000 pax (orang) dari total sekitar 55.000 pax di seluruh domestik dan international,” kata Arif seperti dikutip kompas.com.

Tak sampai suatu kata Arif, situasi “luar biasa” akibat kebakaran di JW Lounge Terminal 2E itu ditambah dengan matinya portable speaker (TOA). Akibatnya, berbagai pengumuman sulit di sampaikan ke calon penumpang. “Akhirnya kata dia, ada bantuan dari sekitar 200 orang untuk mempermudah penyampaian pengumuman kepada calon penumpang,” sebut Arif.

Menurut dia, Garuda sudah berupaya menawarkan opsi refund tiket, penjadwalan ulang penerbangan, dan penginapan kepada 3.994 calon penumpang. Hasilnya 262 calon penumpang memilih refund tiket, 628 orang memilih menginap di hotel, dan sisanya tetap bersikukuh untuk menginap di boarding gate bandara.

Melihat situasi yang belum terkendali, Garuda akhirnya memutuskan untuk membatalkan 49 penerbangannya pada sore dan malam hari. Tujuannya kata dia, agar Cockpit and Cabin Crew pada Senin (6/7/2015) tersedia untuk mengangkut penumpang yang tidak terangkut pada penerbangan Minggu.

“Dan Alhamdulillah telah berhasil melakukan quick recovery mulai Senin, meskipun kami akui ada beberapa flight yang terkena delay karena penggabungan penerbangan,” ucap Arif.

Dia pun meminta maaf kepada penumpang Garuda Indonesia yang terkena dampak kebakaran di JW Lounge Terminal 2E tersebut. “Sekali lagi atas nama Garuda Indonesia mohon maaf bilamana banyak kekurangan atas terjadinya penanganan akibat kebakaran besar di JW Lounge Bandara Soekarno-Hatta,” tndas Arif.(zal/helmi)