Angkasa Pura 2

IPW: Presiden Jokowi Perlu Terapkan Kebijakan “Darurat Mudik”

Bandara Dermaga Kokpit KoridorKamis, 9 Juli 2015
tmp_7373-parade kapal perang-1662049120

JAKARTA (beritatrans.com) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu menerapkan kebijakan sistem “darurat mudik” dalam musim mudik 2015. Tujuannya agar menghindari Jalur Pantura sebagai pusat kemacetan, daerah rawan kecelakaan dan jalur maut yang memakan korban jiwa maupun luka.

Indonesia Police Watch (IPW) berharap, dengan kebijakan “darurat mudik” itu kepadatan arus mudik di Pantura Jawa bisa dikurangi dan diurai, sehingga angka kecelakaan selama musim mudik 2015 bisa ditekan.

“Jika pemerintahan Jokowi tidak mencemati dan mengendalikan arus mudik 2015, kesemrawutan akan terjadi di Jalur Pantura Jawa, terutama di kawasan Brebes. Sebab pada musim mudik 2015 akan bergerak sekitar dua juta sepeda motor dari Jakarta menuju Jalur Pantura,” kata Ketua Presidium IPW Neta S.Pane kepada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Angka ini, lanjut dia, masih ditambah 500.000 sampai 600.000 mobil pribadi. Belum lagi angkutan umum, yang semua akan menumpuk memadati Jalur Pantura Jawa.

“Tak bisa dibayangkan, betapa macetnya jalur pantura saat puncak arus mudik Lebaran nanti,” papar Neta.

pesawat-hercules-2-131116-b

Kapal Perang dan Pesawat TNI

Bagaimana pun kepadatan ini harus diatasi. Dengan menerapkan sistem “darurat mudik”, Presiden Jokowi bisa mengerahkan kapal perang TNI AL secara maksimal, untuk mengalihkan arus sepeda motor melalui jalur laut.

“Seluruh kapal perang TNI AL misalnya, dikerahkan membawa sepeda motor ke pelabuhan pelabuhan di Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan lainnya. Dari sini kemudian pemudik sepeda motor menuju kampung halamannya masing masing,” Neta.

Selain itu, tambah dia, Presiden Jokowi bisa memerintahkan pesawat pesawat angkut TNI AU untuk mengangkut pemudik dari Halim Perdanakusumah menuju Jogja, Solo, Madiun, Semarang, Surabaya, Malang, dan lainnya.

“Dari pangakan TNI AU tersebut, kemudian dengan kendaraan militer di bawa ke kampung halamannya. Intinya, orientasi ” darurat mudik” adalah untuk menghindari kepadatan di Jalur Pantura, sehingga angka kecelakaan lalulintas selama musim mudik bisa dihindari,” tegas Neta.(helmi)