Angkasa Pura 2

Ketua PTUN Medan & 2 Hakim Yang Ditangkap KPK Tiba Di Jakarta

KPKJumat, 10 Juli 2015
image.php(1)

JAKARTA (beritatrans.com) – Sebanyak lima orang hasil operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Medan, Sumatera Utara tiba di markas lembaga antikorupsi itu.

Mereka tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sekira pukul 00.02 WIB, Jumat (10/7/2015) dini hari.

Kelima orang tersebut antara lain adalah Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Tripeni Irianto Putro; dua orang koleganya hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting; Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan, serta seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates, Yagari Bhastara alias Geri.

Mereka tiba dengan dibawa menaiki mobil minibus tahanan, sedangkan barang sitaan dibawa dengan mobil minivan. Begitu tiba, kelima orang langsung digelandang masuk ke lobi Gedung KPK tanpa mau berkomentar serta memalingkan muka dari kamera awak media.

Sempat terjadi kericuhan antara penyidik, pengamanan KPK beserta para kolega dari salah satu orang yang daimankan KPK. Namun kericuhan berupa saling dorong itu tidak berlangsung lama. Aksi itu sempat terjadi sekitar dua menit.

Diketahui, KPK telah mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Tangkap tangan tersebut terkait dengan dugaan suap dalam penanganan perkara di PTUN.

Komisi Pemberantasan Korupsi, menduga pemberian suap kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Tripeni Irianto Putro terkait penanganan suatu perkara, sudah beberapa kali dilakukan.

Tripeni diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK bersama koleganya hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting, serta Panitera Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan. Selain itu, KPK turut mengamankan seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates, Geri Baskara.

Pada operasi tangkap tangan tersebut, tim satgas mengamankan uang ribuan dollar Amerika Serikat. “Pemberian sudah beberapa kali, kedua atau ketiga,” kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2015 kemarin.

Uang tersebut diduga sebagai suap untuk pemulusan putusan gugatan Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut, Fuad Lubis di PTUN Medan. Fuad menggugat Kejaksaan Agung atas pemeriksaan yang dilakukan Kejati Sumut terkait kasus Bansos dan Bantuan Daerah Bawahan tahun anggaran 2012 dan 2013. (okz).

loading...