Angkasa Pura 2

Pemudik Lebaran Mulai Padati Stasiun Senen

EmplasemenJumat, 10 Juli 2015
tmp_13179-20150710_0247451126761823

JAKARTA (beritatrans.com) – Memasuki H-8 lebaran, penumpang kereta api di stasiun Pasar Senen dan Gambir, Jakarta Pusat terus meningkat. Kepala Humas Daerah Operasi I Jakarta Bambang Setyo Prayitno mengatakan total penumpang sejak Rabu 8 Juli berjumlah 167.953 penumpang.

“Sampai siang ini penumpang dari stasiun Senen dan stasiun tujuan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, berjumlah 167.963,” kata Bambang, saat ditemui di Psar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015).

Selama arus mudik kata Bambang, penumpang diangkut dengan 62 kereta api terbagi kereta reguler sebanyak 54 kereta dan 12 kereta tambahan.

“Total 34.904 kursi setiap hari yang berangkat,” tambah Bambang seperti dikutip tribun.

Bambang memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 hingga H-1 lebaran. Sebab kata dia, hari tersebut menjadi hari favorit bagi penumpang untuk melakukan mudik.

“Biasanya H-5 sampai H-1, dan kita sudah siap untuk mengantisipasinya,” tegasnya.

KERETA TAMBAHAN
Secara terpisah, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin mengatakan, pihaknya tidak akan memangkas waktu kedatangan dan keberangkatan kereta saat arus mudik. Namun, lanjut Agus, KAI telah mengatur jadwal operasi kereta tambahan tidak sama dengan jadwal kereta reguler.

“Kami memastikan jadwal kedatangan kereta tambahan tak akan bersamaan dengan kereta reguler. Upaya ini untuk mencegah terjadi kekacauan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta,” papar Agus. Ia mengungkapkan, salah satu penyebab utama terjadi keterlambatan kereta adalah kemacetan yang ditimbulkan para pemudik di jalur persimpangan kereta. Salah satu yang utama adalah di Simpang Jomin di Cirebon, Jawa Barat, karena titik itu juga menjadi salah satu jalur padat.

“Kami mengharapkan kerja sama dari semua pihak, terutama aparat kepolisian di daerah-daerah dengan pelintasan kereta yang rawan kemacetan,” cetusnya.

Dia mengemukakan PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 19 rangkaian kereta api tambahan untuk mudik jarak jauh di Pulau Jawa. Kereta api tersebut mulai beroperasi 10 Juli hingga 26 Juli mendatang.

Dari 19 rangkaian kereta itu, 13 rangkaian akan berangkat dari Jakarta. Sebanyak 6 rangkaian akan berangkat dari Stasiun Gambir dan 7 rangkaian lainnya berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, 3 rangkaian akan berangkat dari Stasiun Kiaracondong, Bandung, serta masing-masing 1 rangkaian dari Stasiun Bandung; Stasiun Tugu, Yogyakarta; dan Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Kereta akan menuju ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, di antaranya Solo, Cilacap, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Dengan 19 rangkaian kereta api itu, akan ada 30 perjalanan kereta api tambahan yang berangkat setiap hari. Adapun ketersediaan kapasitas tempat duduk sebanyak 18.760.

KERETA REGULER
Selain kereta tambahan yang beroperasi, sebanyak 304 rangkaian KA reguler untuk Pulau Jawa juga beroperasi. Dengan pengoperasian KA dan reguler itu, ada 200.620 tempat duduk per hari. Jumlah itu diperkirakan mampu melayani kebutuhan penumpang kereta api yang meningkat setiap tahun.

Menurut data yang dihimpun PT KAI, tahun ini jumlah penumpang kereta meningkat sekitar 6,11 persen. Tahun 2014, ada 5,65 juta penumpang. Jumlah itu diperkirakan bertambah menjadi 5,99 juta penumpang tahun ini.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengimbau para pemudik segera ke stasiun untuk mempercepat cetak tiket mandiri (CTM). Upaya itu untuk mengantisipasi terjadi kepadatan saat keberangkatan. Edi mengatakan, situs layanan pembelian tiket milik PT KAI awal pekan ini mengalami sedikit gangguan. Karena itu, para pemudik yang membeli tiket secara daring diimbau segera mendatangi stasiun untuk mencetak tiketnya. (tiefa).

loading...