Angkasa Pura 2

Sejak H-6 Lebaran, Pemudik Mulai Memasuki Jawa Tengah

KoridorMinggu, 12 Juli 2015
Tol Krapyak

JAKARTA (beritatrans.com) -Arus mudik termasuk pengguna sepeda motor sudah mulai memasuki wilayah Jawa Tengah termasuk Kota Semarang, sejak semalam. Kepadatan lalu lintas secara umum di Jawa Tengah meningkat, meski masih bisa dikelola dan dikendalikan dengan baik.

“Jawa Tengah mulai Brebes sampai Semarang mulai padat. Arus mudik dengan angkuta umum, mobil pribadi sampai sepeda motor sejak semalam memasuki Semarang. Antrean di pintu Tol Krapyak pun tak terhindarkan. Jumlah itu akan meningkat saat arus puncak mudik pada H-3 dan H-2 Lebaran nanti,” kata pakar transportasi Unika Segijopranoto Djoko Setijowarno kepada beritatrans.com di Jakarta, Minggu (12/7/2015).

Menurut dia, yang perlu dilakukan menyambut gelombang arus mudik dan balik Lebaran nanti, semua aparatur di lapangan harus berfungsi dengan optimal mulai Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Polri, Satpol PP warga masyarakat termasuk pemudik sendiri.

“Jaga ketertiban lalu lintas, dan pastikan hukum tetap adil dan tegak berdiri. Jangan toleransi adanya pelanggaran sedikitpun, karena ancamannya adalah nyawa manusia. Fakta membuktikan, kecalakaan lalu lintas selama ini diawali dengan pelanggaran meski kecil adanya,” jelas Djoko.

Dia menambahkan, ruas tol darurat dari Pejagan sampai Brebes Timur memang sudah dioperasikan selama arus mudik 2015. “Tapi ingat, jalan itu masih darurat. Artinya, belum semua beraspal, belum ada rambu-rambu lalu lintas dan debu mengepul setiap dilalui kendaraan. Harus ekstra hati-hati, apalagi jika melintas di malam hari,” papar Djoko.

Polri sebagai aparat penegak hukum mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan selanjutnya harus mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. “Tapi penegakkan hukum jangan berlebihan sehingga justru kontraproduktif di masyarakat. Aparat harus selalu hadir untuk memberikan jaminan dan rasa aman ke masyarakat khususnya pemudik dan warga yang dilalui arus mudik,” pepar Djoko.

Satu hal yang perlu diapresiasi menurut Djoko, masyarakat pemudik jauh lebih baik dan tertib. Implikasinya, jumlah kasus kecelakaan menurun dan korban meninggal di jalan raya bisa dihindarkan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol. Condro Kirono menyebutkan, sampai Sabtu atau H-6 Lebaran jumlah korban meninggal selama arus mudik Lebaran sebanyak 22 orang. Korban meninggal paling banyak terjadi di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Memamng banyak faktor penyebab kecelakaan di jaan termasuk selama arus mudik Lebaran. Namun jika pemudik tertiba, mengemudikan kendaraan secara benar, maka optimis bisa menghindari terjadinya kasus kecelakaan di jalan. “Oleh karena itu, perlu sinergi semua pihak, mulai masyarakat sampai aparat sehingga bisa mencapai hasil maksimal,” tegas Condro Kirono.(helmi)