Angkasa Pura 2

Kemenhub Minta AP II Ubah Desain Pasca Kebakaran JW Lounge

BandaraSenin, 13 Juli 2015
foto: okezone

JAKARTA (beritatrans.com) _ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah meminta AP II untuk segera melakukan perubahan desain bangunan terminal Bandara Soekarno – Hatta, sehingga memenuhi keamanan terutama terdapat alat pemadam kebakaran otomatis. Permintaan itu dilakukan menyusul kejadian kebakaran hebat yang melanda JW Lounge pekan lalu.

Menhub Ignasius Jonan mengatakan, waktu yang diberikan kepada AP II hanya tiga bulan untuk mendesain ulang bagian dari terminal tersebut. “Kita sudah kasih waktu tiga bulan kalau tidak sesuai harus ditutup atau redesain ulang,” kata dia di Pelabuhan Tanjung Priok Jakartam, akhir pekan lalu.

Saat ditanya sanksi apa yang akan diberikan apabila selama tiga bulan AP II tak melakukan perbaikan desain terminal tersebut, Jonan mengatakan siap menurunkan besaran Passenger Service Charge (PSC) sehingga pendapatan AP II bisa menurun.

Menurut Jonan audit tersebut tak cuma memeriksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja. Ada sepuluh bandara yang diperiksa terkait berbagai fasilitasnya. “Ada sepuluh bandara saya periksa. Sudah kami sampaikan secara tertulis kepada operator bandara, dan akan kami panggil untuk tindakan lebih lanjut,” kata mantan bos PT KAI itu.

Jonan mengungkapkan, audit Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pasca-kebakaran di JW Lounge Terminal 2E minggu lalu sudah rampung. Hasilnya, Angkasa Pura II dinilai memanfaatkan lokasi yang seharusnya tak dipergunakan untuk lahan komersial.

“Lounge yang terbakar itu, dalam desain awal bandara tahun 1985, itu tempat lalu lalang orang. Sehingga tidak ada sprinkle-nya (alat pemadam kebakaran otomatis) dan sebagainya,” tandas Jonan.(helmi/aliy)

loading...