Angkasa Pura 2

Poltekpel Surabaya-Pelni Teken Kontrak Rekrut Satu Kelas Jurusan Elektronika

SDMSenin, 13 Juli 2015
IMG_20150603_075127_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Satu kelas jurusan elektronika dari Poltekpel Surabaya langsung direkrut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Ini menjadi prestasi tersendiri bagi almamater karena langsung memperkuat BUMN pelayaran di Tanah Air.

“Satu kelas jurusan elektronika Poltekpel Surabaya langsung direkrut Pelni. Saya sore ini akan bertemu Direktur Personalia dan Umum Pelni untuk melakukan teken kontrak pemanfaatan alumni Poltekpel Surabaya itu,” kata Direktur Poltekpel Surabaya Capt. Marihot Simanjuntak kepada beritatrans.com di Jakarta, Senin (13/7/2015).

Proses rekrutmen alumni Poltekpel Surabaya sudah dirintis bersama Dirut Pelni (Wimbo Hardjito) datang langsung dan meminta lulusan elektronika Poltekpel Surabaya. Kini eksekusinya dilakukan setelah Wimbo meninggalkan BUMN pelayaran itu.

“Semua itu membuktikan bahwa lulusan sekolah pelaut termasuk jurusan elektronika sangat dibutuhkan pasar. Dunia usaha seperti Pelni sangat membutuhkan SDM terampil dan siap kerja di lapangan itu,” jelas Marihot.

Alumni Poltekpel Surabaya tahun ini, lanjut dia, langsung bekerja di Pelni. “Sungguh satu kebanggaan tersendiri, lulusan kita langsung diserap dunia kerja bahkan sebelum mereka lulus sudah dipesan,” cetus Marihot.

Pelni adalah salah satu BUMN di bidang pelayaran yang menjadi pengguna lulusan sekolah pelaut nasional termasuk Poltekpel Surabaya.

Seperti diketahui, selain ada ratusan perusahaan pelayaran swasta, Indonesia memiliki beberapa BUMN pelayaran seperti PT ASDP Indonesia Ferry.

Selain itu, beberapa Pemerintah Daerah juga mengoperasikan kapal-kapal meski ukuran kecil untuk melayani mobilitas warganya. “Semua itu butuh pelaut andal dan professional,” jelas Marihot.

Putra Batak itu yang sudah puluhan tahun berlayar itu menambahkan, pelaut-pelaut Indonesia termasuk lulusan Poltekpel Surabaya sudah banyak melanglang buana di seluruh dunia.

Mereka terbukti memiliki kerja dan prestasi yang bagus. “Tak heran jika banyak perusahaan asing yang kini mencari pelaut-pelaut muda dari Indonesia. Artinya, kualitas pelaut kita bagus dan diterima mereka,” papar alumni AIP Jakarta tahun 1988 itu.

“Ini tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi pelaut. Kebutuhan peluat Indonesia dan dunia sangat besar. Selain ityu, gaji dan kesejahteraan mereka juga tak mengecewakan bila tak mau disebut cukup tinggi. Tapi harus diingat, menjadi peluat harus gigih, kerja keras dan professional,” terang Marihot.

Yang pasti, tambah Marihot, peluang kerja pelaut sangat besar baik di kapal-kapal domestik atau kapal asing. “Pemerintahan Jokowi-JK sampai 2019 mendatang akan membangun 400 kapal lebih. Implikasinya, mereka butuh pelaut dari berbagai level dan kompetensi,” tegas dia.(helmi)