Angkasa Pura 2

Pakar: Tetapkan Negara Darurat Kecelakaan Lalu Lintas

KoridorSelasa, 14 Juli 2015
Djoko smg_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno mengusulkan perlunya negara menetapkan keadaan darurat kecelakaan di jalan raya, terlebih saat arus mudik Lebaran. Jumlah korban kecelakaan makin banyak di sepanjang jalur mudik di Tanah Air.

“Selama ini, korban tewas karena narkoba 50 orang per hari, kemudian muncul darurat narkoba. Sementara meninggal karena kecelakaan sudah lebih 80 orang per hari,” kata Djoko kepada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (14/7/2015).

“Mengacu pada kenyataan itu, saatnya pemerintah juga menetapkan Negara Darurat Kecelakaan Lalu Lintas,” kata Djoko lagi.

Berdasarkan data yang bersumber dari Korlantas Polri, lanjutnya tercatat kerugian material akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2015 diperkirakan sudah mencapai angka Rp6,1 Miliar.

“Jumah yang sangat besar dan perlu disikapi bersama. Bagaimana mencegah terjadinya kecelakaan paling tidak meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” jelas Djoko.

Menurutnya pada H-5 tercatat sebanyak 206 kecelakaan atau naik dibandingkan H-6 sebanyak 193 laka. Jumlah orang yang meninggal sebanyak 45 orang dibandingkan H-6 yang sejumlah 25 orang.

tmp_3054-Kecelakaan-Kendal-1079942733

Jumlah korban berat sebanyak 53 orang dan 255 orang mengalami luka ringan. H-6, jumlah korban luka berat sebanyak 43 orang dan 243 orang menderita luka ringan.

Sejak arus mudik lebaran dibuka pada H-15 (2/7) hingga H-5 (12/7) Korps Lalu Lintas Kepolisian RI mencatat telah terjadi kecelakaan sebanyak 2514 laka.

Berdasarkan data posko pantauan angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, sebanyak 449 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Sementara jumlah orang yang mengalami luka berat sanyak 622 orang. Sedangkan orang yang mengalami luka ringan sebanyak 2.797 orang.(helmi)

loading...