Angkasa Pura 2

Moda Transportasi Darat Paling Banyak Angkut Pemudik

KoridorWednesday, 15 July 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Moda transportasi darat masih mendomiasi angkutan penumpang selama arus mudik Lebaran tahun 2015. Sampai H-3 Lebaran, jumlah penumpang bus mencapai 2.779.684 orang.

Demikian disampaikan Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) A Barata di Jakarta, Selasa (14/7/2015) malam.

Seperti diketahui, lanjutnya, moda transportasi darat ditambah dengan kendaraan pribadi cukup menyita perhatian aparat di lapangan. Meski sudah dioperasikan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), namun kemacetan tetap saja terjadi.

Kepadatan juga terjadi di ruas terutama menjelang pintu tol Palimanan, selepas Tol Pejagan mulai Brebes sampai Pemalang dan Pekalongan. Sampai Selasa (14/7/2015) malam kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dilaporkan mulai terjadi dari Pintu Tol Halim Jakarta Timur ke arah Cikampek.

Sementara, seluruh pemangku kepentingan mulai Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan di daerah, Polri, Jasa Marga dan lainnya sudah menyiapkan SDM di lapangan. Dengan harapan, pelaksanaan mudik Lebaran 2015 lebih baik, aman dan lancar.

Moda Transportasi Lain

Urutan berikutnya, moda transportasi udara baik angkutan domestik dan luar negeri. “Sampai H-3 Lebaran, tercatat total penumpang mencapai 2,522.801 orang. Selanjutnya moda angkutan kereta api (KA) terutama di Jawa dan Sumatera, sebanyak 2.219.245 orang,” jelas Barata.

Sementara moda angkutan penyeberangan mengangkut sampai 1.525.798 orang, yang meliputi tujuh lintasan penyeberangan utama di Tanah Air. Sedang lintasan penyeberangan yang paling padat adalah Merak-Bakauheni.

Selanjutnya urutan terakhir adalah mda transportasi laut nasional. Selama periode H-15 sampai H-3 Lebaran total penumpang yang dilayani sebesar 528.750 orang.

“Sejauh ini, angkutan laut yang paling ramai dan mendapat perhatian serius Kemenhub antara di wilayah Batam-Belawab, Batam-Tanjung Priok, Sampit-Semarang, Kumai-Semarang, Balikpapan-Surabaya, Makassar-Surabaya dan sebagian Indonesia timur lainnya,” terang Barata.(helmi)