Angkasa Pura 2

Ribuan Pemudik Diangkut 3 Kapal Dari Pelabuhan Kalianget Sumenep

DermagaKamis, 16 Juli 2015
tmp_7842-096113500_1436957492-Kapal-Sumenep1-892155331

SUMENEP (beritatrans.com) – Tiga kapal yang bertolak dari Pelabuhan Kalianget, Rabu, mengangkut ribuan pemudik ke sejumlah pulau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

“Kapal Catherine S berlayar ke Pulau Kangean dengan mengangkut 704 penumpang,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, M Choyroni Argoto di Sumenep, Rabu.

Selanjutnya, Kapal Dharma Kartika mengangkut 165 penumpang ke Pulau Sapudi dan Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I ke Pulau Kangean dan Sapeken dengan mengangkut 452 orang.

“Sesuai hasil pendataan yang dilakukan staf kami di Posko Angkutan Penyeberangan dan Laut Dishub Sumenep, masih ada sekitar 250 penumpang ke sejumlah pulau yang berada di Pelabuhan Kalianget,” kata Argoto, menerangkan.

Ia berharap kondisi cuaca laut di perairan Sumenep dan sekitarnya kondusif dan selanjutnya sejumlah kapal bisa beroperasi pada Kamis (16/7).

“Semoga saja cuaca laut kondusif supaya ratusan calon penumpang yang berada di Pelabuhan Kalianget itu bisa pulang ke kampung halamannya pada Kamis,” ucapnya.

Sebelumnya, pemberangkatan sejumlah kapal dari Pelabuhan Kalianget tertunda akibat cuaca laut buruk berupa ketinggian ombak pada kisaran tiga hingga lima meter pada Senin (13/7) dan Selasa (14/7).

Sementara itu, puluhan calon penumpang kapal asal Pulau Masalembu mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kalianget untuk menanyakan kepastian pemberangkatan kapal.

“Kapal ke Kangean dan Sapeken bisa beroperasi. Namun, kapal ke Masalembu ternyata tidak mendapat surat persetujuan berlayar dari syahbandar. Kami juga ingin mudik,” kata salah seorang calon penumpang asal Masalembu, Mubarok.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kalianget, Moh Iksan yang menemui langsung calon penumpang asal Masalembu itu, menjelaskan, cuaca laut di Perairan Masalembu dan sekitarnya masih ekstrem.

“Ketinggian ombaknya sekitar empat meter dan itu membahayakan keselamatan pelayaran kapal penumpang,” tukasnya. (ant).

loading...