Angkasa Pura 2

Bus Transjakarta Kembali Terbakar Di Jatinegara Jaktim

KoridorSabtu, 18 Juli 2015
157392_bus-transjakarta-terbakar-di-bundaran-hi_663_382

JAKARTA (beritatrans.com) – Sebuah bus Transjakarta bernopol B 7303 IV terbakar di Halte Busway Stasiun Jatinegara 2, di Jalan Bekasi Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2015). ‎

Kasus terbakarnya bus Transjakarta ini bukan yang pertama terjadi. Selama tahun 2015, ada beberapa kasus bus Transjakarta yang terbakar saat dioperasikan di berbagai lokasi di Ibukota Jakarta.

Salah satu penumpang, Mimin (40) menuturkan sebelum kejadian mesin bus sempat mengeluarkan bunyi.

Mimin menjelaskan bus mengeluarkan suara aneh dari bagian mesin sebelum terbakar. ‎Ia pun sempat menceritakan temuan tersebut kepada sang suami.

“Sejak pertama kali naik, kayaknya mesinnya itu rusak, bunyi gerek-gerek gitu. Saya sempat ngomong sama suami kalau itu bus kayaknya bermasalah,” katanya, Sabtu (18/7/2015) siang.

Tidak berapa lama sejak naik dari Halte Busway Kantor Imigrasi, Mimin mencium bau aneh. Bau yang diciumnya tersebut seperti bau kain terbakar hingga akhirnya timbul api dari arah belakang.

“Kayak bau kain kebakar. Terus enggak lama ada asap yang keluar dari belakang,” ujarnya seperti dikutip tribunnews.com.

Api baru dapat dipadamkan setelah petugas Transjakarta menggunakan beberapa alat pemadam kebakaran ringan. Adapun beberapa unit mobil pemadam kebakaran sempat tiba ke lokasi namun api sudah keburu padam.

Usut Tuntas Transjakarta

Ketua YLKI Tulus Abadi berulangkali meminta aparat terkait segera mengusut tuntas kasus terbakarnya bus Transjakarta yang sedang dioperasikan itu. “Bus transjakarta yang dioperasikan harus dipastikan aman dan selamat.Oleh karena itu, harus dilakukan audit menyeluruh terkait kasus terbakarnya bus Transjakarta tersebut,” kata Tulus menjawab beritatrans.com.

Operator bus Transjakarta yang juga BUMD DKI Jakarta itu harus menjadi contoh bagi operator transportasi lainnya termasuk yang dioperasikan swasta di Jakarta. “Tapi yang terjadi belakangan justru ironis, karena yang sering terbakar saat dioerasikan justru bus Transjakarta milik BUMD DKI Jakarta,” kritik Tulus.

Dia menambahkan, untuk mengurangi bahkan menghikangkan kemacetan lalu lintas di Jakarta adalah dengan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan transportasi umum. Salah satunya bus Transjakarta, yang dikelola BUMD tersebut.

“Jika angkutan umum di Jakarta baik, aman dan nyaman serta tidak mudah terbakar, orang akan mau beralih ke kendaraan umum. Jika sebaliknya, maka alamat kemacetan akan terus terjadi di Jakarta ini,” tandas Tulus.(helmi/tribs)

loading...